Kabar Duka Selimuti Dunia Musik: Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah 7 Tahun Berjuang Melawan Kanker
HOT.co.id – Awan mendung pekat tengah menggelayuti industri hiburan dan musik Tanah Air. Penyanyi solo berbakat sekaligus sosok panutan yang dikenal selalu memancarkan semangat positif, Oxavia Aldiano atau yang akrab disapa Vidi Aldiano, dikabarkan telah mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu, 7 Maret 2026. Kepergian pelantun tembang hit “Nuansa Bening” di usianya yang menginjak 35 tahun ini menyisakan duka yang teramat dalam bagi keluarga, sahabat, rekan musisi, dan jutaan penggemarnya di seluruh Indonesia.
Kabar duka yang mengejutkan ini pertama kali berembus cepat melalui pesan berantai di kalangan awak media dan langsung terkonfirmasi melalui unggahan sejumlah figur publik di media sosial. Pihak keluarga Vidi, melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada wartawan, membenarkan bahwa sang musisi telah berpulang ke Rahmatullah pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa, tepatnya pada pukul 16.33 WIB.
“Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT pada 7 Maret jam 16:33. Selamat jalan menuju Cahaya Ilahi, Nak,” demikian bunyi pesan menyentuh dari sang ayahanda, Harry Kiss, yang mewakili keikhlasan pihak keluarga.
Meninggalnya Vidi Aldiano menjadi titik akhir dari perjuangan panjang dan heroiknya melawan penyakit kanker ginjal stadium tiga yang telah bersarang di tubuhnya sejak tahun 2019 silam. Publik tentu masih ingat betul bagaimana Vidi, dengan ketegaran yang luar biasa, membagikan kisah awal mula vonis penyakitnya melalui sebuah video di kanal YouTube pribadinya. Bermula dari hilangnya suara yang sempat dikira hipertensi, pemeriksaan mendalam yang dilakukannya di Singapura akhirnya mengungkap adanya benjolan ganas di ginjalnya.
Sejak saat itu, suami dari aktris Sheila Dara Aisha ini harus melewati berbagai prosedur medis intensif. Mulai dari operasi pengangkatan sebelah ginjalnya, hingga harus bolak-balik ke rumah sakit di Penang, Malaysia, demi menjalani serangkaian kemoterapi berkala yang kerap ia juluki sebagai agenda “spa day” dengan nada optimis. Meski harus menahan rasa sakit dan mengalami berbagai efek samping dari pengobatan keras tersebut, Vidi tak pernah kehilangan senyum khasnya. Ia justru mendedikasikan sisa hidupnya untuk terus berkarya dan menebar kebahagiaan.
Keputusannya untuk tetap aktif merilis karya baru, menjadi juri ajang pencarian bakat, memandu program podcast, hingga selalu hadir meramaikan hari bahagia rekan-rekan artisnya, menjadikannya simbol resiliensi atau ketangguhan yang luar biasa. Ia sukses memotivasi banyak orang, khususnya sesama pejuang kanker (cancer warrior). Sempat mengumumkan hiatus beberapa bulan terakhir untuk berfokus pada kesehatannya, Vidi pada akhir 2025 lalu sempat menulis refleksi mendalam, berterima kasih kepada penyakitnya karena telah mengubah cara pandangnya dalam mensyukuri hal-hal kecil di dunia ini.
Kepergian mendadak sang social butterfly di pertengahan bulan suci Ramadan ini seketika memantik tangis di kalangan rekan sejawatnya. Pencipta lagu Melly Goeslaw meluapkan rasa dukanya di Instagram. “Innalillahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Vidi, selamat kembali ke pangkuan Allah SWT. Udah gak sakit lagi sekarang, meski kepergianmu membuat kami semua kehilangan,” tulis Melly penuh haru.
Sahabat karibnya, Sherina Munaf, juga mengunggah rentetan foto memori kebersamaan mereka dengan caption yang menyayat hati, “I love you so much my bestfriend. I love you so so so much.” Kesedihan mendalam turut dirasakan penyanyi Yura Yunita yang kebetulan tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Melalui Instagram Story, Yura memohon agar Vidi menunggunya pulang ke Tanah Air hari ini, seraya mengenang doa tulus yang sempat ia tuliskan khusus untuk sang sahabat di depan Ka’bah sehari sebelumnya.
Industri musik Indonesia hari ini tidak hanya kehilangan seorang penyanyi dengan warna vokal yang khas dan merdu, tetapi juga kehilangan seorang pribadi berhati hangat yang selalu berhasil menyatukan banyak orang di sekelilingnya. Karya-karya magisnya, mulai dari album Pelangi di Malam Hari (2008), Persona (2016), hingga Senandika (2022), akan terus hidup dan abadi mengiringi perjalanan generasi ke generasi.
Selamat jalan, Vidi Aldiano. Terima kasih atas segala tawa, melodi indah, dan inspirasi ketangguhan yang telah engkau ukir untuk negeri ini. Beristirahatlah dengan tenang, rasa sakit itu kini telah usai.

