Banjir Ekstrem Kepung Ibukota di Akhir Pekan, Underpass Mampang Lumpuh Total Direndam Air Setinggi Dada Orang Dewasa
HOT.co.id – Cuaca ekstrem yang memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tiada henti mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (8/3/2026). Durasi hujan yang sangat panjang ini tak ayal mengakibatkan debit air meluap drastis, menggenangi sejumlah titik vital di ibu kota. Laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya 148 Rukun Tetangga (RT) di berbagai wilayah administrasi terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Namun, salah satu titik yang mengalami kelumpuhan paling parah pada akhir pekan ini adalah kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Underpass Mampang, yang menjadi salah satu urat nadi lalu lintas utama penghubung kawasan Kuningan dan Jakarta Selatan, dilaporkan lumpuh total tidak bisa dilalui kendaraan jenis apa pun. Limpahan air hujan yang terus menerus mengguyur, ditambah sistem drainase yang kewalahan menampung debit air ekstrem, membuat terowongan bawah tanah tersebut berubah layaknya kolam renang raksasa yang menampung limpasan air kotor. Ketinggian genangan di titik terdalam underpass bahkan dilaporkan mencapai 1 hingga 1,5 meter, atau setara dengan dada orang dewasa. Kondisi ini membuat akses jalan dari arah HR Rasuna Said menuju Mampang Prapatan maupun sebaliknya terputus sepenuhnya sejak pukul 04.00 WIB.
Pantauan langsung di lokasi kejadian pada Minggu pagi menunjukkan pemandangan yang cukup memprihatinkan. Belasan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil pribadi, yang nekat menerobos genangan air pada dini hari akhirnya terjebak dan mengalami mati mesin massal di tengah genangan air banjir. Beberapa mobil berjenis sedan dan hatchback bahkan terlihat nyaris tenggelam, hanya menyisakan bagian atapnya saja yang terlihat menyembul di permukaan genangan air yang berwarna cokelat pekat. Para pengemudi dan penumpang yang panik terpaksa dievakuasi secara dramatis ke tempat yang lebih aman oleh petugas penyelamat gabungan dibantu oleh warga sekitar menggunakan perahu karet darurat dan tambang evakuasi.
Kelumpuhan di jalur vital Underpass Mampang ini seketika memicu efek domino berupa kemacetan lalu lintas yang luar biasa parah, meskipun terjadi pada hari Minggu yang notabene adalah hari libur. Antrean kendaraan bermotor mengular sangat panjang hingga lebih dari lima kilometer ke arah Jalan Kapten Tendean, Jalan Gatot Subroto, hingga nyaris menyentuh simpang susun Pancoran. Pihak Kepolisian Lalu Lintas (Polantas) Polda Metro Jaya yang diterjunkan ke lokasi harus bekerja ekstra keras di tengah guyuran gerimis untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus besar-besaran. Kendaraan yang telanjur mengarah ke Mampang terpaksa diputar balik atau diarahkan merayap melewati jalur-jalur alternatif sempit di perkampungan warga yang ternyata juga rawan genangan.
Menghadapi situasi darurat berskala besar ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh armada pompa air portabel berkekuatan penuh. Pompa-pompa penyedot raksasa ini disiagakan di berbagai sudut underpass untuk segera menguras genangan agar air dapat secepatnya dialirkan ke Kali Mampang dan saluran pembuangan utama ibu kota. Selain itu, ratusan personel Pasukan Oranye (PPSU) dan tim reaksi cepat BPBD terus berjibaku tanpa lelah di lapangan. Mereka tidak hanya bertugas mengatasi genangan lumpur dan sampah yang menyumbat drainase jalan raya, tetapi juga menyebar ke permukiman padat penduduk guna mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita yang rumahnya terendam air cukup dalam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memang telah merilis peringatan dini level waspada terkait potensi cuaca ekstrem ini. Pihak BMKG menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba ini sangat dipengaruhi oleh anomali menghangatnya suhu muka laut, ditambah dengan efek tarikan dari tiga bibit siklon tropis yang sebelumnya dilaporkan mengepung wilayah perairan Nusantara. Dinamika atmosfer yang sangat labil ini secara langsung memicu pembentukan awan cumulonimbus berukuran masif yang membawa curah hujan dalam volume tidak wajar, disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang.
BMKG secara tegas mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Potensi hujan lebat susulan diprediksi masih akan terus membayangi langit ibu kota setidaknya hingga tiga sampai lima hari ke depan. Warga yang berdomisili di wilayah rawan genangan, bantaran sungai, serta daerah cekungan diinstruksikan untuk segera memindahkan barang-barang elektronik, dokumen penting, dan aset berharga ke tempat yang lebih tinggi. Masyarakat juga diminta untuk memantau terus informasi cuaca resmi dan bersiap melakukan evakuasi mandiri ke posko pengungsian terdekat jika debit air kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan di luar kendali.

