Bukan Cuma Gizi, Fasilitas Sekolah Juga Menentukan Tumbuh Tumbuh Anak: Mengapa Demikian?

Tak Cukup Hanya Gizi, Kualitas Infrastruktur Sekolah Kunci Utama Optimalisasi Pendidikan Anak
Pemerintah Indonesia saat ini terus menggencarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan permasalahan gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di berbagai penjuru daerah. Namun, terdapat aspek krusial lain yang tidak boleh luput dari perhatian para pemangku kebijakan. Keberhasilan intervensi kesehatan melalui gizi ini dinilai tidak akan berjalan optimal apabila tidak diimbangi dengan pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Rangkaian Peristiwa
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih sangat banyak sekolah di Indonesia yang beroperasi dengan fasilitas belajar mengajar di bawah standar kelayakan. Tidak sedikit sekolah yang kondisinya memprihatinkan atau rusak, seperti atap yang rentan roboh, jumlah ruang kelas yang jauh dari kata cukup, hingga kekurangan tenaga pengajar. Padahal, ketersediaan fasilitas yang memadai sangat menentukan tingkat kenyamanan, keamanan, serta semangat belajar para siswa, sekaligus mendukung guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Artinya, meskipun gizi anak telah dicukupi, ekosistem belajar yang buruk tetap akan menghambat perkembangan mereka.
Menyoroti isu keseimbangan kebijakan ini, Rafi Aufa Mawardi S. Sos., M. Sos., Dosen Program Studi Sosiologi di FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), memberikan pandangannya. Melalui keterangannya di situs resmi unair.ac.id (sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia), Rafi memaparkan bahwa alokasi anggaran dan perhatian pemerintah harus segera diselaraskan dengan kebutuhan infrastruktur dasar di sekolah. Menurutnya, pembenahan fisik bangunan dan fasilitas penunjang sama krusialnya dengan program prioritas nasional yang ada saat ini.
Saat ini, distribusi anggaran di sektor pendidikan dinilai masih berpusat pada satu atau dua program prioritas, sehingga perbaikan infrastruktur sekolah seolah menjadi prioritas kesekian. Potret tersebut menggambarkan anomali atau ketimpangan yang sistemik. Pemerintah hanya berfokus pada satu program, tetapi belum melihat persoalan pendidikan yang lebih besar, terutama terkait infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya sosial yang menunjang proses belajar, jelas Rafi.
Keterangan Resmi
Lebih jauh, Rafi menegaskan bahwa asupan gizi yang optimal pada anak-anak akan bekerja jauh lebih efektif apabila mendapat dukungan dari lingkungan kelas yang aman dan nyaman. Fasilitas sekolah yang terawat tidak sekadar menjadi tempat terjadinya transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas psikologis dan motivasi anak. Sebaliknya, kondisi sekolah yang memprihatinkan berpotensi besar menurunkan gairah belajar anak, sekalipun asupan gizi mereka terpenuhi.
Untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik, Rafi menyarankan perlunya sinergi dan ruang dialog yang inklusif antara pemerintah, tenaga pendidik, dan akademisi. Pemenuhan gizi melalui program MBG seyogianya berjalan secara terintegrasi dengan perbaikan substansi kurikulum, peningkatan kompetensi guru secara nasional, dan pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh pelosok wilayah. Langkah strategis dan terpadu ini diyakini mampu menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak atas pendidikan bermutu secara merata demi menyongsong masa depan bangsa.
Sumber Referensi:
Good News From Indonesia – Bukan Cuma Gizi, Fasilitas Sekolah Juga Menentukan Tumbuh Tumbuh Anak: Mengapa Demikian? (27 Juli 2026).

