Rizal Fadillah Usul Rumah Sakit Jiwa Khusus Pejabat, Sindir Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan di Indonesia

Artikel berita dalam format PDF telah disiapkan untuk Anda:
[file-tag: code-generated-file-b7a36d2a-5690-4502-bf19-e8953b33186b]
Berikut adalah teks artikel berita (lebih dari 300 kata) yang diolah dari sumber tersebut:
Kritik Pedas Tata Kelola Negara, Pengamat Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Jiwa Khusus Pejabat Korup
JAKARTA – Di tengah karut-marutnya penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan di Indonesia, sebuah usulan bernada satire sekaligus tajam dilontarkan oleh Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah. Dengan berani, ia mengusulkan agar pemerintah segera membangun Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang dikhususkan bagi para pejabat negara. Gagasan ini merupakan bentuk kritik keras terhadap maraknya dugaan korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.
Menurut Rizal, usulan yang terkesan out of the box ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia mengaku bahwa ide tersebut muncul setelah dirinya berdiskusi panjang dengan seorang kiai mengenai kondisi bangsa yang memprihatinkan saat ini.
Rangkaian Peristiwa
Dalam obrolan dengan seorang kiai yang menerawang kondisi amburadulnya negara akibat para pejabat yang tidak amanah, muncul persepsi bahwa sekarang ini banyak pejabat yang sakit jiwa, ungkap Rizal pada hari Senin (27/7/2026), seperti yang dilansir dari laporan fajar.co.id.
Rizal menganalisis bahwa tekanan jabatan dan godaan di lingkungan kekuasaan menjadi faktor utama yang merusak mental para pejabat. Ia mengaitkan berbagai perilaku menyimpang tersebut dengan dorongan psikologis yang tidak sehat, seperti ambisi kekuasaan yang tak terkendali, kecemasan sosial, hingga obsesi berlebihan terhadap status dan pengaruh.
Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa ada bentuk depresi akibat rayuan relasi sosial, kecemasan karena melihat jarak kekayaan dengan sejawat atau atasan, serta mania terhadap pengaruh dan sanjungan. Nafsu besar untuk menaikkan status simbol, serta budaya serba cepat atau instan juga menjadi pemicu, tambahnya.
Dalam pandangan kritis Rizal, praktik tindak pidana korupsi yang kian merajalela saat ini tidak lagi didorong oleh sekadar kebutuhan ekonomi dasar, melainkan sudah masuk ke ranah keserakahan yang tidak berujung. Ia dengan tegas menyamakan perilaku korup dengan gangguan kejiwaan yang akut.
Mental disorders sesungguhnya adalah mental illness. Korup adalah perilaku sakit jiwa. Bukan karena kebutuhan yang menjadi penyebabnya, melainkan keserakahan. Ada mania, depresi, atau halusinasi, tegas Rizal.
Keterangan Resmi
Mirisnya lagi, Rizal menilai bahwa “penyakit ini sangat menular di lingkaran kekuasaan. Pejabat, baik di tingkat tinggi maupun rendah, rentan tertular atau bahkan saling menularkan perilaku korup tersebut. Oleh karena itu, ia menyimpulkan bahwa bukan orang awam yang paling rentan mengalami gangguan jiwa di negara ini, melainkan para pejabat yang rakus akan kekuasaan.
Selain menyoroti perilaku menyimpang para pemangku kebijakan, Rizal juga memberikan kritik tajam terhadap pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia yang dinilai eksploitatif dan tidak memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan rakyat. Dengan menggunakan analogi tokoh pewayangan, ia menyindir ironi pengelolaan kekayaan alam yang timpang dan merugikan publik.
Kata si Cepot, nikel diserahkan ke asing, batu bara untuk asing, timah diberikan kepada asing, nah utang diserahkan kepada rakyat, sindirnya tajam.
Ia pun melanjutkan dengan satire yang menohok terkait beban ekonomi, Gunung milik pejabat, hutan mengayakan konglomerat, laut menyejahterakan aparat. Ketika beban utang berat, berpidato bahwa kesulitan bangsa harus ditanggung bersama seluruh rakyat.
Melalui sindiran dan usulan pembangunan rumah sakit jiwa khusus pejabat ini, Rizal Fadillah berharap agar masyarakat semakin sadar akan urgensi pembenahan moral dan etika para pemimpin. Usulan ini menjadi cermin betapa frustrasinya publik melihat tata kelola negara yang seolah kehilangan arah dan lebih mementingkan kekayaan segelintir elite semata.
Sumber Referensi:
Diolah dari Fajar.co.id, Rizal Fadillah Usul Rumah Sakit Jiwa Khusus Pejabat, Sindir Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan di Indonesia” (27 Juli 2026). URL: <!–>
–>

