Situs Resmi Pariwisata Indonesia Gunakan Foto Brand Pakaian Malaysia, Netizen Pertanyakan Profesionalitas Kemenpar

Blunder Visual Promosi Wisata: Situs Wonderful Indonesia Terciduk Gunakan Foto Brand Fesyen Malaysia, Integritas Kemenpar Disorot Tajam
JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia tengah menjadi sorotan tajam dan bulan-bulanan warganet. Hal ini menyusul terungkapnya sebuah blunder fatal pada situs resmi promosi pariwisata tanah air, Wonderful Indonesia (Indonesia.travel), yang diduga kuat menggunakan foto komersial milik salah satu merek pakaian asal negara tetangga, Malaysia.
Kasus ini pertama kali mencuat dan menjadi viral setelah beredarnya unggahan yang membandingkan secara langsung foto di situs kebanggaan pariwisata Indonesia tersebut dengan katalog promosi dari brand busana Malaysia yang bernama Amar Amran. Dalam perbandingan gambar yang beredar luas di berbagai platform media sosial, kedua foto tersebut memperlihatkan wujud yang amat identik. Mulai dari sosok model pria, busana yang dikenakan, pose, hingga komposisi warna dan pencahayaan terlihat sama persis tanpa ada perbedaan sedikit pun.
Rangkaian Peristiwa
Kejadian ini sontak memicu perdebatan panas di ranah maya. Menariknya, alih-alih memberikan pembelaan atau dukungan bernada nasionalisme buta, mayoritas warganet Indonesia justru merasa malu dan secara terbuka melontarkan kritik keras kepada Kementerian Pariwisata. Banyak yang merasa kecewa atas minimnya ketelitian, lemahnya pengawasan, serta menduga adanya pelanggaran hak cipta oleh instansi yang mewakili wajah Indonesia di mata dunia tersebut.
Kekecewaan publik ini semakin memuncak setelah akun Instagram gosip dan berita populer @voxnetizens turut mengunggah kasus tersebut pada hari Rabu (29/7/2026). Di kolom komentar, warganet Indonesia tak segan-segan menyuarakan sindiran pedas mereka. Salah satu akun, @amrulloh_multojo, menuliskan kekesalannya, Sewa model, fotografer apa susahnya sih. Gak mungkin gak ada anggaran. Komentar ini mencerminkan keheranan publik mengingat sebuah kementerian tentu memiliki alokasi dana dan fasilitas yang sangat besar untuk pembuatan materi dokumentasi promosi.
Tidak berhenti sampai di situ, tidak sedikit netizen lokal yang justru mendorong pihak pemilik foto asli asal Malaysia untuk mengambil langkah hukum. Gaas @malaysia @amaramran.my sile somasi ni akun @kemenpar.ri kami pon dah muak… tulis akun @nita_heriyadi yang merasa geram dengan kecerobohan tim publikasi Kemenpar. Senada dengan itu, akun @ekanurdiansyah.09 ikut menyayangkan insiden ini dengan menambahkan komentar, Memalukan, sekelas Kemenpar kok bisa seperti itu.
Keterangan Resmi
Banyak pengamat digital dan masyarakat sipil menyayangkan bahwa instansi pemerintahan justru melakukan kecerobohan dasar yang berpotensi melanggar lisensi karya orang lain. Publik menilai, institusi selevel kementerian pasti memiliki sumber daya yang sangat memadai untuk memproduksi kampanye visual secara orisinal, otentik, dan merepresentasikan budaya lokal Indonesia yang sebenarnya.
Hingga saat ini, Kemenpar belum memberikan pernyataan resmi maupun klarifikasi terkait insiden tersebut. Publik masih meraba-raba apakah penggunaan foto busana asal Malaysia ini terjadi karena kesalahan teknis (human error) dari admin situs web, akibat kelalaian pihak ketiga (vendor/agensi) yang disewa untuk mengelola aset visual, atau murni karena ketidaktahuan terkait asal-usul stok foto yang digunakan. Bagaimanapun penyebabnya, warganet kini menuntut pertanggungjawaban serta perbaikan sistem kurasi konten agar wajah pariwisata Indonesia tidak kembali tercoreng oleh insiden serupa di masa depan.
Referensi Fakta: Laporan berita Fajar.co.id edisi 29 Juli 2026.

