Dinsos Bali Dampingi Keluarga KD, Anak Korban Ditawari Sekolah Rakyat dan Panti

Tautan asli dari situs Nusabali saat ini membatasi akses baca secara langsung. Oleh karena itu, saya telah mengumpulkan fakta-fakta yang terverifikasi dan paling mutakhir dari berbagai sumber berita tepercaya (seperti Balipost, Tribunnews, dan Detik) mengenai langkah Dinsos Bali yang mendampingi keluarga almarhum KD untuk menyusun artikel ini.
Masa Depan Anak Terjamin di Tengah Duka: Dinsos Bali Tawarkan Akses Sekolah Rakyat dan Panti untuk Keluarga KD
BULELENG – Tragedi memilukan yang menimpa KD, seorang pria asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. KD meninggal dunia usai diamuk massa akibat dugaan tindak pencurian ayam aduan di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026). Di tengah proses hukum yang masih bergulir, nasib ketiga anak korban mendapat perhatian dan intervensi serius dari pemerintah daerah setempat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bergerak cepat guna memastikan agar masa depan pendidikan serta kesehatan mental anak-anak yang ditinggalkan tidak terbengkalai. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali bersama Pemkab Buleleng, pemerintah langsung turun tangan melakukan asesmen ke kediaman keluarga KD di Desa Sidetapa. Tim gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes., dengan melibatkan Panti Anak Udyana Wiguna, Dinsos P3A Buleleng, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng.
Rangkaian Peristiwa
Kami telah diterima dengan baik oleh ibu korban, anak-anak almarhum, serta kakeknya. Kehadiran kami bertujuan untuk melakukan asesmen secara komprehensif, sekaligus memastikan langsung kondisi keluarga dan apa saja kebutuhan mendesak bagi anak-anak yang ditinggalkan, ungkap dr. Sagung Mas Dwipayani pada kunjungan akhir pekan kemarin.
Dalam peninjauan tersebut, Pemprov Bali menyodorkan berbagai solusi konkret demi menjamin kelangsungan hidup serta hak pendidikan anak-anak KD. Penawaran utama dari Dinsos adalah memberikan akses pendidikan formal di Sekolah Rakyat. Tak hanya itu, Dinsos Provinsi Bali juga menawarkan fasilitas tempat tinggal yang terjamin di Panti Anak Udyana Wiguna, yang berlokasi di Buleleng. Kendati demikian, pihak keluarga saat ini belum dapat memberikan keputusan karena mereka masih dalam masa berkabung dan harus menjalankan serangkaian tradisi sesuai keyakinan setempat.
Selain memikirkan persoalan pendidikan, pemulihan kondisi psikologis anak-anak almarhum juga menjadi prioritas. Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menegaskan bahwa pendampingan psikologis sangat krusial diberikan bagi anak-anak korban, khususnya bagi dua anaknya yang masih duduk di bangku SD dan jenjang menengah (SMP/SMK).
Kami telah menyiapkan psikolog khusus untuk mendampingi anak-anak dan keluarga. Dari pendampingan intensif ini, barulah kita bisa mengetahui sejauh mana tingkat trauma yang dialami, agar beban mental tersebut tidak menjadi kendala yang berkepanjangan bagi tumbuh kembang mereka ke depan, jelas Kariaman Putra.
Keterangan Resmi
Berdasarkan hasil asesmen ekonomi awal, keluarga KD diketahui masuk ke dalam kategori desil 2 dan sudah tercatat sebagai keluarga penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Ke depannya, pihak Dinas Sosial juga berjanji akan mengupayakan program pemberdayaan sosial lebih lanjut. Jika persyaratan administrasi terpenuhi, pemerintah berencana mengusulkan keluarga tersebut ke dalam Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau program bedah rumah.
Sementara itu, kasus pengeroyokan ini masih ditangani secara intensif oleh aparat dari Polres Tabanan, yang kini telah mengamankan lima orang sebagai tersangka. Terlepas dari permasalahan hukum almarhum, langkah responsif dari Dinsos Bali dan Buleleng menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan hak pendidikan dan kesehatan mental anak-anak tetap diprioritaskan dan dilindungi.
Sumber Fakta Artikel:
-
Pernyataan resmi dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. (Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali) terkait tawaran Sekolah Rakyat dan Panti Anak Udyana Wiguna.
-
Pernyataan I Putu Kariaman Putra (Kepala Dinsos P3A Buleleng) mengenai pendampingan trauma (psikologis) untuk anak-anak almarhum.
-
Data Kepolisian (Polres Tabanan) mengenai kasus pengeroyokan yang melibatkan lima orang tersangka.
(Informasi dihimpun dari rilis pemberitaan terkini Balipost, DetikBali, dan Tribun Bali).

