Ancaman Digital Mengintai, Kreator Konten Jatim Dilatih Keamanan Siber | beritajatim.com

<!–>
Your PDF file is ready
–><!–>
kreator_konten_jatim_keamanan_siber PDF
–>
Benteng Pertahanan Digital: Pegiat Media Sosial Jawa Timur Dibekali Strategi Anti-Peretasan dan AI
SURABAYA — Ekosistem digital di Jawa Timur menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks. Kebebasan berekspresi dan masifnya produksi konten kreatif kini dibayangi oleh berbagai bentuk kejahatan siber sosial. Sebagai langkah antisipasi nyata, para kreator konten, jurnalis, serta pegiat media sosial di Jawa Timur digembleng melalui forum pelatihan khusus keamanan digital untuk membentengi akun dan data pribadi mereka dari ancaman peretasan yang kian marak.
Executive Editor Suara.com, Arsito Hidayatullah, dalam forum Digital Security Training di Surabaya, mengungkapkan bahwa tingkat kejahatan digital menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Menurutnya, para peretas kerap mengincar kelengahan pengguna melalui berbagai modus operandi, mulai dari jebakan tautan atau phishing hingga pencurian data sensitif yang menyasar sistem jaringan internal.
Banyak peretas mengincar kelengahan korban lewat jebakan tautan atau phishing yang menyasar sistem jaringan internal. Keamanan ini bukan hanya urusan melindungi akun sendiri, tapi ini bentuk tanggung jawab menjaga identitas para pengikut kita di internet, ujar Arsito.
Selain ancaman pembajakan akun, kasus penyebaran identitas pribadi secara ilegal atau yang dikenal dengan istilah doxing juga menjadi momok menakutkan. Modus ini kerap berujung pada intimidasi hingga ancaman fisik di dunia nyata akibat bocornya informasi sensitif dari para kreator.
Menanggapi celah kerentanan tersebut, Trainer Cek Fakta Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Artika Farmita, memberikan sejumlah kiat teknis untuk memperkuat pertahanan gawai. Ia secara khusus mengingatkan para kreator agar mematikan fitur linimasa atau riwayat lokasi harian guna menghindari risiko pembuntutan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Lebih baik matikan fitur garis waktu karena orang jahat gampang memantau ke mana saja kita pergi setiap harinya, tegas Artika. Ia juga menyarankan agar pengaktifan verifikasi dua langkah (2FA) menggunakan aplikasi pembuat kode alih-alih pesan teks singkat (SMS) yang rentan disadap, serta memisahkan nomor telepon untuk keperluan finansial dan pribadi.
Di sisi lain, disrupsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut merombak peta pencarian dan distribusi informasi. Program Manager Local Media Community, Asep Saefullah, menjelaskan bahwa pola pencarian saat ini telah bergeser menuju AI Engine Optimization (AEO), di mana masyarakat lebih mengandalkan ringkasan mesin pencerdas ketimbang menelusuri tautan konvensional.
Keterangan Resmi
Untuk menghadapi tren ini, para kreator disarankan agar memisahkan akun surel yang digunakan untuk berinteraksi dengan platform AI sesuai topik bahasan. Langkah ini bertujuan untuk membentuk karakter mesin agar bekerja lebih fokus, tajam, dan akurat dalam merekomendasikan karya kreator.
Pelatihan yang diinisiasi melalui kolaborasi antara Local Media Community, Suara.com, dan beritajatim.com ini mendapat sambutan positif dari peserta. Mazdania, salah satu kreator asal Surabaya, mengaku mendapatkan wawasan berharga terkait perlindungan akun serta pemanfaatan perangkat AI secara aman dan bertanggung jawab.
Di acara ini aku belajar banyak tentang bagaimana cara kita menjaga akun, sekaligus diberi tahu mengenai pemanfaatan tools AI agar kita bisa membuat konten dengan cara yang tetap aman, ungkap Dania. Ia juga mengimbau masyarakat luas agar senantiasa bersikap kritis dan melakukan verifikasi silang (cross-check) terhadap setiap informasi yang beredar di dunia maya guna menangkal disinformasi.
Sumber Utama: Beritajatim.com — Ancaman Digital Mengintai, Kreator Konten Jatim Dilatih Keamanan Siber (Dipublikasikan oleh Shohibul Anwar, 31 Juli 2026).
<!–>
–>

