Dosen UHW Perbanas Rilis Aplikasi Pembelajaran Tari Remo Gagrak Anyar | beritajatim.com

Inovasi Digital Pelestarian Budaya: Tim Dosen UHW Perbanas Ciptakan Aplikasi Pintar Pendeteksi Akurasi Tari Remo
SURABAYA – Di era gempuran teknologi digital modern, pelestarian kesenian tradisional dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap diminati oleh generasi muda. Merespons tantangan tersebut, tim dosen dari Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya menghadirkan sebuah terobosan edukasi yang solutif. Mereka secara resmi meluncurkan sebuah aplikasi pembelajaran interaktif khusus untuk Tari Remo Gagrak Anyar. Teknologi ini dirancang untuk mempermudah siswa sekolah dasar (SD) dalam mengenali dan mempraktikkan kesenian tradisional kebanggaan Jawa Timur tersebut.
Inovasi perangkat lunak yang diberi nama “Automation Scoring Remo Dance ini menawarkan fitur yang lebih canggih dari sekadar video panduan biasa. Aplikasi ini difasilitasi dengan teknologi pendeteksi akurasi yang interaktif. Anak-anak atau penari pemula dapat dengan mudah menirukan setiap gerakan yang tersedia pada contoh gambar maupun video. Melalui sistem ini, aplikasi akan secara otomatis memproses dan memunculkan penilaian mengenai tingkat akurasi serta kemiripan gerakan sang pengguna dengan panduan aslinya.
Rangkaian Peristiwa
Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UHW Perbanas, Yudha Delonix Renzina, menjelaskan bahwa inisiatif inovatif ini didukung oleh Program Inovasi Seni Nusantara BIMA Kemdiktisaintek tahun 2026. Ia menekankan bahwa proyek ini adalah bentuk nyata dari implementasi konsep Kampus Berdampak”.
Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui pemberdayaan seni dan budaya, tutur Yudha. Untuk mendukung kelancaran belajar, tim riset kampus tidak hanya membuat aplikasi, melainkan juga merancang ekosistem fasilitas yang utuh, mencakup modul ajar cetak, video panduan, hingga sistem manajemen pembelajaran terpadu.
Menariknya, pengembangan aplikasi digital ini juga berjalan selaras dengan penyederhanaan koreografi asli tarian tersebut agar lebih ramah bagi anak-anak. Sosok pencipta Tari Remo Gagrak Anyar, Sariono, terlibat langsung dalam memodifikasi sekaligus menguji coba gerakannya kepada para pelajar di SDN Dupak 1 Surabaya.
Keterangan Resmi
Sariono memaparkan bahwa gerakan tari yang ia modifikasi sengaja dipersingkat, diperpadat, dan diubah pada beberapa bagian. Langkah penyesuaian ini diambil karena Tari Remo pada dasarnya memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi bagi pemula. Menurutnya, hal yang paling krusial bagi anak usia SD adalah irama dan tempo tarian yang memikat. Jika anak-anak tidak menyukai iramanya, mereka cenderung akan malas berlatih. Sebaliknya, saat tempo tariannya sudah disenangi, mereka akan penuh semangat dalam belajar.
Selain fokus ke lingkup sekolah dasar, proyek pelestarian budaya lokal ini juga melibatkan kolaborasi strategis dengan komunitas seni masyarakat, yakni Sanggar Omah Dhuwur. Melalui sinergi teknologi dan budaya serta penguatan fasilitas edukasi digital ini, diharapkan pembelajaran warisan leluhur dapat berjalan berkesinambungan di berbagai sekolah. Dengan cara ini, kesenian tradisional diyakini akan terus bertahan melampaui batas panggung pertunjukan biasa dan tetap relevan di masa depan.
Sumber Referensi:
Beritajatim.com, 30 Juli 2026. Dosen UHW Perbanas Rilis Aplikasi Pembelajaran Tari Remo Gagrak Anyar (Tautan asli: <!–>)
–>

