SPPG Polrestabes Makassar Mendadak Berhenti Beroperasi, Diduga Terkendala Dana Operasional

Program Makan Bergizi Gratis Tersendat: Dapur SPPG Polrestabes Makassar Setop Operasi Akibat Masalah Pencairan Dana
MAKASSAR — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar kini tengah mendapat sorotan tajam dari publik. Pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di bawah naungan Polrestabes Makassar dilaporkan secara mendadak menghentikan operasional dapurnya. Berdasarkan informasi yang beredar luas di tengah masyarakat, penutupan layanan penyediaan gizi ini diduga kuat disebabkan oleh kendala pencairan dana operasional yang menjadi urat nadi berjalannya program tersebut.
Kabar mengejutkan ini pertama kali mencuat ke publik setelah beredarnya sebuah pesan berantai yang diduga kuat berasal dari pengelola SPPG Polrestabes Makassar. Dalam pesan yang ditujukan kepada pihak sekolah-sekolah penerima manfaat, pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat lagi mendistribusikan makanan untuk sementara waktu. Penghentian layanan dapur ini mulai diberlakukan secara efektif pada Kamis, 30 Juli 2026, dan belum ada kepastian mengenai kapan operasional akan kembali normal.
Rangkaian Peristiwa
Terkait adanya kendala pencairan dana operasional SPPG, maka dari itu kami dari pihak SPPG Polrestabes Makassar dengan berat hati menyampaikan kepada Bapak/Ibu guru kalau operasional dapur terhenti sementara mulai hari Kamis, 30 Juli 2026, sampai ada informasi selanjutnya mengenai operasional SPPG. Sekian dan terima kasih, demikian bunyi pesan yang beredar tersebut, sebagaimana dilansir dari Fajar.co.id (29/7/2026).
Terhentinya pasokan gizi harian ini tentu saja memicu kekhawatiran dari pihak sekolah yang selama ini mengandalkan program Makan Bergizi Gratis untuk para siswanya. Kejadian ini juga memunculkan berbagai pertanyaan terkait manajemen penyaluran anggaran dan kesiapan instansi di lapangan dalam menyukseskan program prioritas tersebut.
Menanggapi kabar yang memicu polemik ini, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, belum memberikan konfirmasi secara rinci. Saat dimintai keterangan oleh awak media pada Rabu (29/7/2026), perwira menengah kepolisian itu mengaku belum bisa memberikan banyak komentar karena harus memastikan kebenaran informasi tersebut secara internal.
“Besok saya cek ya,” ujar Kombes Pol Arya Perdana singkat. Hingga kini, publik masih menanti keterangan resmi dari pihak SPPG maupun Polrestabes Makassar mengenai hambatan birokrasi atau finansial yang sebenarnya terjadi.
Keterangan Resmi
Kasus terhentinya operasional SPPG di Makassar ini seakan menambah rentetan persoalan dalam evaluasi pelaksanaan program MBG di tingkat nasional. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengambil langkah tegas dengan menutup permanen sebanyak 833 dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala BGN, Sudaryono, dalam konferensi persnya di Jakarta, menegaskan bahwa ratusan dapur tersebut ditutup karena terbukti melanggar standar operasional, dan mereka dipastikan tidak akan lagi menerima pembayaran dari pemerintah. Menurut data BGN, penutupan besar-besaran tersebut paling banyak terjadi di wilayah Sumatera, disusul oleh kawasan Jawa dan Madura.
Kondisi yang dialami oleh SPPG Polrestabes Makassar ini diharapkan bisa segera menemukan jalan keluar yang transparan dan cepat. Kelancaran arus dana operasional merupakan kunci utama demi memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi slogan, melainkan benar-benar tersaji di meja makan para pelajar tanpa kendala sedikit pun.
Sumber Referensi:
Fajar.co.id. (2026, 29 Juli). SPPG Polrestabes Makassar Mendadak Berhenti Beroperasi, Diduga Terkendala Dana Operasional. Diakses pada 30 Juli 2026 dari tautan:

