Tragedi di Blega Bangkalan: Remaja 16 Tahun Tewas Jatuh dari Menara BTS, Polisi Beberkan Fakta Baru dari Keluarga

BANGKALAN — Kasus tewasnya seorang remaja berinisial HA (16) akibat terjatuh dari menara Base Transceiver Station (BTS) setinggi kurang lebih 100 meter di Dusun Sempar, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terus diselidiki oleh pihak kepolisian. Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin (27/7/2026) ini sempat menggemparkan warga sekitar setelah korban terlihat berada di puncak menara sebelum akhirnya terjatuh.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengungkapkan bahwa dalam proses penyelidikan lanjutan, pihaknya mendapati sejumlah temuan dan keterangan penting dari pihak keluarga korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga telah mengalami depresi dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir.
Rangkaian Peristiwa
Informasi dari pihak keluarga, memang yang bersangkutan sering naik ke genteng rumah dalam beberapa waktu terakhir, ujar Ipda Agung, Selasa (28/7/2026). Keterangan ini memberikan petunjuk awal bagi penyidik mengenai kondisi psikologis yang dialami korban sebelum insiden nahas tersebut terjadi.
Sebelum korban ditemukan meninggal dunia, warga sempat dihebohkan dengan kemunculan korban di atas menara BTS. Sejumlah warga yang melihat aksi tersebut sempat berteriak meminta korban untuk segera turun. Kendati demikian, peringatan dari warga sekitar tidak diindahkan oleh korban. Korban sempat terlihat duduk di sela-sela struktur menara yang menjulang tinggi sebelum akhirnya terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Keterangan Resmi
Petugas gabungan bersama tim Inafis yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke puskesmas terdekat. Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, petugas mendapati luka robek di bagian belakang kepala serta patah tulang tengkorak yang diidentifikasi sebagai akibat benturan keras saat terjatuh dari ketinggian.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan luar selesai dilaksanakan, pihak kepolisian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Ipda Agung menambahkan bahwa pihak keluarga telah menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Catatan Redaksi: Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami masa sulit, depresi, atau kecenderungan bunuh diri, segera cari bantuan profesional atau layanan kesehatan mental terdekat melalui fasilitas kesehatan atau hotline yang tersedia.
artikel_bangkalan TXT
<!–>
–>

