Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Gula Dipercepat dalam 2 Tahun – D-ONENEWS.COM
Gambar dari artikel sumber. Sumber: D-One News
Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Gula Dipercepat dalam 2 Tahun
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan percepatan target swasembada gula konsumsi nasional dari yang semula direncanakan pada tahun 2028 menjadi hanya dalam dua tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden saat memimpin Panen Raya Tebu Serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Peremajaan Lahan Tebu Jadi Kunci Percepatan
Dalam acara yang juga diikuti secara virtual oleh 43 daerah lainnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunci utama percepatan swasembada gula adalah peremajaan total lahan tebu di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan program peremajaan seluas 100 ribu hektare per tahun agar produktivitas tebu meningkat secara signifikan.
“Kita akan meremajakan semua tebu yang kita miliki. Program kita 100 ribu hektare per tahun, dan dengan demikian swasembada gula konsumsi akan dicapai dalam dua tahun,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para petani tebu.
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan impor gula yang selama ini menjadi beban bagi ketahanan pangan nasional.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi dengan Industri
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Ia menyatakan bahwa intervensi pemerintah sejak tahun lalu, seperti Program Bongkar Ratoon yang mencakup sekitar 200 ribu hektare, telah berhasil meningkatkan produktivitas tebu secara signifikan.
Untuk mendukung target percepatan ini, pemerintah juga menyiapkan ekosistem pendukung yang kuat bagi para petani tebu. Di antaranya adalah penyediaan bibit tebu berkualitas tinggi yang tahan penyakit dan memiliki rendemen tinggi, serta akses pembiayaan dengan bunga flat 6 persen dan limit pinjaman hingga Rp500 juta per petani untuk modal pengembangan usaha.
Mahmudi menjelaskan, “Melalui sinergi masif antara peremajaan lahan, suntikan modal murah, dan kehadiran langsung negara di samping petani, proyeksi swasembada gula nasional kini bergeser dari sekadar rencana jangka panjang menjadi target nyata yang siap dieksekusi dalam waktu dekat.”
Konteks dan Implikasi Kebijakan
Percepatan swasembada gula ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan pokok. Dengan target yang dipercepat, diharapkan Indonesia dapat segera mandiri dalam memenuhi kebutuhan gula konsumsi dalam negeri.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam membenahi sektor hulu pertanian, khususnya komoditas tebu, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang impor gula terbesar.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani tebu di seluruh Indonesia.
Informasi ini akan terus diperbarui apabila terdapat perkembangan resmi selanjutnya.

