Dudung Tindak Lanjuti Perintah Presiden, Bandara Bali Utara Segera Dibahas

Titik Terang Bandara Internasional Bali Utara: KSP Dudung Kebut Eksekusi Instruksi Presiden demi Pemerataan Ekonomi
JAKARTA – Rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kini memasuki babak baru yang menjanjikan. Setelah bertahun-tahun sekadar menjadi wacana dan perdebatan, proyek strategis di Kabupaten Buleleng ini akhirnya mendapatkan kepastian dari Istana. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa dirinya telah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera membahas dan merealisasikan pembangunan infrastruktur penerbangan di kawasan utara Pulau Dewata tersebut.
Rangkaian Peristiwa
Instruksi kilat dari Kepala Negara ini bermula dari pertemuan KSP Dudung dengan para penglingsir puri se-Bali yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali, beberapa waktu lalu. Aspirasi kuat dari para tokoh adat yang disiarkan di media rupanya langsung direspons cepat oleh Presiden. Presiden kemudian menginstruksikan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, yang kemudian berkoordinasi langsung dengan Dudung untuk menyiapkan langkah-langkah konkret eksekusi proyek.
Sebagai tindak lanjut, Dudung menggelar rapat koordinasi krusial pada hari ini, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini diagendakan untuk membahas percepatan proyek bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto. Agenda utamanya adalah menuntaskan segala persoalan teknis, penentuan lokasi yang definitif, hingga penyelarasan kebijakan penunjang agar proyek dapat segera berjalan.
Menurut Dudung, urgensi pembangunan Bandara Bali Utara bukan sekadar urusan infrastruktur transportasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan pemerataan pembangunan. Selama ini, gemerlap pariwisata dan perputaran ekonomi sangat timpang, karena hanya terpusat di kawasan Bali Selatan seperti Kuta, Nusa Dua, dan Jimbaran. Kondisi ini membuat para pemuda dari Buleleng dan sekitarnya terpaksa harus merantau ke selatan demi mencari penghidupan.
Keterangan Resmi
Saya pernah bertugas di Singaraja sehingga sangat memahami kondisi Bali Utara. Sudah saatnya ada pemerataan pembangunan agar tidak hanya wilayah selatan saja yang terus berkembang pesat, tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.
Di sisi lain, proyek bandara yang melibatkan PT BIBU Panji Sakti ini dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seluruh pendanaan murni berasal dari investasi skema bisnis sektor swasta. Konsep ini sejalan dengan visi pemerintah pusat yang ingin mendorong partisipasi pihak ketiga dalam membangun infrastruktur strategis nasional tanpa menguras kas negara.
Kehadiran bandara baru ini diharapkan menjadi mesin pencetak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara. Dudung berharap seluruh proses diskusi dan birokrasi antarkementerian dan pemerintah daerah ini berjalan tanpa hambatan. Hasil komprehensif dari pembahasan tersebut akan segera dilaporkan kembali kepada Presiden Prabowo sebagai pijakan akhir dimulainya peletakan batu pertama Bandara Internasional Bali Utara. Masyarakat kini menanti wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan denyut perekonomian antara Bali Utara dan Selatan.
