PSDKU UB Kediri dan Mahasiswa KKN Teman Lantera Berdayakan Warga Sumberagung dengan Teknologi Probiotik | beritajatim.com

Artikel_Berita_Probiotik_Sumberagung PDF
<!–>
Berikut adalah teks lengkap artikel berita (lebih dari 400 kata) yang disusun berdasarkan sumber dan fakta yang Anda berikan, dilengkapi dengan judul baru:
Sinergi Universitas Brawijaya dan Desa Sumberagung: Mahasiswa KKN “Teman Lantera Latih Warga Terapkan Teknologi Probiotik untuk Kemandirian Pangan
KEDIRI — Dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat desa, Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri kembali melakukan gebrakan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, sinergi tersebut diwujudkan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 04 yang dikenal dengan nama Teman Lantera. Mereka terjun langsung ke Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, untuk memberikan pelatihan inovatif terkait penerapan teknologi probiotik di sektor perikanan dan peternakan.
Rangkaian Peristiwa
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian sivitas akademika terhadap tantangan riil yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengenalkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, ekonomis, namun memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas sektor perikanan dan peternakan milik warga setempat.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat ini dipimpin langsung oleh Rizky Kusma Pratiwi, S.Pi., M.P., yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapang. Kegiatan ini turut dibantu oleh tiga dosen ahli lainnya yaitu Vina Nur Nadiro, S.Pi., M.P., Eka Nurwahyuni, S.Pt., M.P., dan Andi Masriah, S.Pi., M.Si. Para akademisi ini tidak bekerja sendirian, melainkan didukung penuh oleh 13 orang mahasiswa KKN Kelompok 04 “Teman Lantera yang sigap mendampingi warga selama proses penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung di lapangan.
Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan probiotik berbasis bakteri asam laktat. Menariknya, inovasi ini menggunakan bahan-bahan yang sangat mudah dan murah dijangkau oleh masyarakat umum, yaitu Yakult, molase (tetes tebu), dan EM4. Pada sektor budidaya perikanan, penggunaan probiotik ini diklaim mampu menjaga kualitas air secara optimal, memperkuat sistem kekebalan tubuh ikan dari berbagai macam penyakit, meningkatkan efisiensi pakan, dan mempercepat proses penguraian bahan organik di dalam kolam.
Keterangan Resmi
Sementara itu, di sektor peternakan, teknologi probiotik yang diajarkan ini memberikan manfaat ganda. Pertama, cairan probiotik terbukti ampuh dalam menghilangkan atau menekan bau amonia yang menyengat, yang seringkali menjadi masalah pencemaran udara di sekitar kandang ayam. Kedua, campuran probiotik tersebut dapat digunakan untuk mempercepat proses fermentasi pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Hal ini tentu memiliki nilai jual atau nilai ekonomis tinggi, sehingga warga bisa mendapatkan sumber pendapatan tambahan.
Kepala Desa Sumberagung, Bapak Karyadi, menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaborasi ini. Menurutnya, edukasi semacam ini adalah wujud solusi praktis, aplikatif, dan inovatif yang sangat sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan para peternak serta pembudidaya ikan di desanya. Karyadi meyakini bahwa teknologi probiotik ini tidak hanya akan menggenjot produktivitas ekonomi warganya, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan desa.
Selama berlangsungnya pelatihan, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Mereka tidak sekadar mendengarkan paparan teori, namun aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan yang tepat, penentuan takaran dosis yang ideal, hingga aplikasinya pada berbagai media budidaya. Kolaborasi ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya pada aspek Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), serta Kemitraan (SDG 17).
Sinergi apik antara pihak perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut. Melalui penerapan ilmu baru ini, Desa Sumberagung memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan desa mandiri yang sukses memanfaatkan inovasi teknologi ramah lingkungan di Kabupaten Kediri.
–>

