Transformasi Kampus: Universitas Surabaya Mulai Pembangunan Ubaya Tower dan Gedung Baru FBE

Your PDF file is ready
ubaya_fbe_tower_news PDF
<!–>
SURABAYA — Universitas Surabaya (Ubaya) mengambil langkah besar dalam pengembangan infrastruktur fisik perguruan tinggi dengan memulai proyek pembangunan Ubaya Tower serta fasilitas baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE). Momentum penting ini ditandai secara resmi melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilangsungkan di Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya pada Senin, 27 Juli 2026.
Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyusun perencanaan proyek jangka panjang ini. Ia menyebut proyek konstruksi ini sebagai salah satu tonggak sejarah terbesar bagi perkembangan fisik kampus.
Ini merupakan proyek fisik berskala sangat besar bagi sejarah kampus kami. Melihat semangat yayasan serta dukungan seluruh mitra, saya yakin proses pembangunan ini akan berjalan lancar dan selesai tepat waktu, ujar Dr. Benny Lianto.
Integrasi Layanan Kampus dan Peremajaan Fasilitas
Proyek pembangunan berskala masif ini dirancang untuk menempati area seluas kurang lebih 20.000 meter persegi. Menurut penjelasan Wakil Rektor IV Ubaya, Djuwari, Ph.D., kompleks bangunan terpadu ini nantinya akan mengintegrasikan berbagai pusat layanan administratif yang sebelumnya terpisah antara Kampus Tenggilis dan Kampus Ngagel.
Rangkaian Peristiwa
Seluruh layanan rektorat, kantor pusat yayasan, serta berbagai direktorat penunjang akan dipusatkan sepenuhnya di Kampus Tenggilis. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi birokrasi serta mempermudah koordinasi internal universitas.
Selain kehadiran Ubaya Tower sebagai pusat administrasi, proyek ini juga mencakup pembangunan gedung baru setinggi delapan lantai untuk Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE). Peremajaan ini dinilai sangat mendesak mengingat kondisi gedung lama FBE yang sudah berumur dan membutuhkan pembaruan fasilitas guna mengimbangi dinamika dunia pendidikan modern serta memberikan kenyamanan optimal bagi mahasiswa dan dosen.
Tidak hanya itu, rancangan kawasan baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas auditorium megah berlantai empat yang memiliki kapasitas tampung hingga 1.500 orang. Auditorium tersebut disiapkan secara khusus untuk mengakomodasi berbagai kegiatan akademik, seminar nasional, maupun acara kemahasiswaan berskala besar.
Wujud Nyata Kerinduan Mendiang Pimpinan Yayasan
Di balik megahnya rencana pembangunan ini, tersimpan cerita emosional yang mendalam bagi sivitas akademika Ubaya. Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Drs. Darmo Handoyo, Apt., mengenang kembali jasa dan gagasan besar yang dirintis oleh mendiang mantan Ketua Umum Yayasan, Anton Prijatno, S.H.
Keterangan Resmi
Menurut Darmo, pembangunan menara dan fasilitas terpadu ini merupakan salah satu impian serta kerinduan terbesar mendiang Anton Prijatno yang telah direncanakan sejak lama sebelum beliau berpulang.
Pembangunan menara dan fasilitas baru ini adalah salah satu kerinduan terbesar mendiang Bapak Anton. Sekarang sudah menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan rencana besar ini sekaligus mengenang dedikasi dan jasa beliau bagi kemajuan Ubaya, ungkap Darmo penuh haru.
Dengan melibatkan sinergi yang kuat antara pihak yayasan, pimpinan universitas, serta para mitra kerja profesional, keseluruhan rangkaian proyek pembangunan ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu 20 bulan ke depan.
Sumber Utama:
–><!–>
–>

