“DARI KEI UNTUK KONFERENSI MEJA BUNDAR”
Gambar dari artikel sumber. Sumber: Cakra News
Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar: Jejak Bon Setit dalam Sejarah Bangsa
Pada 20 Juli 2026, buku berjudul Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar – Controleur Pribumi resmi diterbitkan sebagai biografi Bon Setit, seorang putra asal Kepulauan Kei yang memiliki peranan penting dalam sejarah Indonesia. Buku ini ditulis oleh putranya, Capt. Pilot Stephanus G. Setitit, dan menjadi sumbangan berharga dalam mengenang perjuangan dan dedikasi Bon Setit bagi bangsa.
Biografi Bon Setit: Warisan dari Kepulauan Kei
Buku Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar bukan sekadar catatan sejarah pribadi, melainkan juga refleksi atas keteguhan hati dan cinta tanah air yang ditanamkan Bon Setit kepada generasi penerus. Capt. Pilot Stephanus G. Setitit menulis biografi ini sebagai penghormatan sekaligus pengingat akan pentingnya nilai-nilai pengabdian dan patriotisme dalam membangun Indonesia.
Bon Setit dikenal sebagai seorang Controleur Pribumi, jabatan yang menunjukkan posisi pentingnya dalam pemerintahan kolonial Belanda pada masa itu. Perannya dalam konteks sejarah nasional menjadi simbol bagaimana putra daerah, khususnya dari Kepulauan Kei, turut berkontribusi dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan dan kedaulatan.
Apresiasi dari Pemuda ICMI Kota Tual
Fikri Tamher, Ketua Umum Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Kota Tual, menyampaikan apresiasi tinggi atas penerbitan buku ini. Dalam pernyataannya, Fikri menegaskan bahwa buku tersebut mengingatkan masyarakat akan keberadaan putra terbaik dari Kota Tual yang telah mengukir sejarah bangsa.
“Semangat pengabdian, keimanan, dan kecendekiawanan yang diteladankan Bon Setit harus kita teruskan,” ujar Fikri Tamher. Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan Bon Setit menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kota Tual dan sekitarnya untuk terus berkarya demi kemajuan bangsa.
Kota Tual dan Semangat Melanjutkan Cita-cita Para Pendahulu
Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tual ke-19 pada 17 Juli 2026, Pemuda ICMI Kota Tual juga memberikan penghormatan kepada pemerintah kota yang dipimpin oleh H. Akhmad Yani Renuat dan H. Amir Rumra. Kepemimpinan mereka dinilai berhasil membawa Kota Tual menjadi lebih maju, harmonis, dan berdaya saing.
Fikri Tamher mengajak seluruh masyarakat untuk meneruskan cita-cita para pendahulu dengan semangat “Bersatu, Berkarya, Berdampak, dan Berkarakter.” Ia menegaskan bahwa dengan semangat tersebut, generasi muda dapat mewujudkan visi Kota Tual sebagai “Kota Maryadat” yang bermartabat dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Makna Historis dan Inspirasi untuk Masa Depan
Buku Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar menjadi pengingat penting bahwa sejarah bangsa Indonesia tidak hanya dibentuk oleh tokoh-tokoh besar di pusat pemerintahan, tetapi juga oleh putra-putri daerah seperti Bon Setit dari Kepulauan Kei. Keteguhan hati dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan melalui kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa untuk terus berjuang dan berkarya.
Melalui karya ini, Capt. Pilot Stephanus G. Setitit tidak hanya mengenang ayahnya, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi dokumentasi sejarah nasional yang dapat dijadikan sumber pembelajaran dan motivasi bagi generasi mendatang.
Informasi dalam artikel ini dapat diperbarui apabila terdapat perkembangan resmi selanjutnya.

