Breaking News! Aparat Gabungan TNI-Polri Sukses Kuasai Markas KKB di Nabire, Sejumlah Senjata Api dan Amunisi Disita
HOT.co.id – Kabar baik datang dari ujung timur Indonesia terkait upaya penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan nasional. Pasukan gabungan TNI dan Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 dilaporkan baru saja menorehkan keberhasilan besar. Pasukan kebanggaan Tanah Air ini sukses menggerebek dan menguasai sebuah markas tersembunyi milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berlokasi di pedalaman Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Operasi penegakan hukum yang berlangsung dramatis pada akhir pekan lalu ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memberantas aksi teror yang kerap mengganggu ketenteraman warga sipil di tanah Papua. Nabire, sebagai salah satu titik strategis dan ibu kota dari provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah, memang kerap menjadi incaran gangguan keamanan. Oleh karena itu, keberhasilan penguasaan markas ini dinilai sebagai pukulan telak bagi pergerakan separatis di wilayah tersebut.
Kronologi Penggerebekan Markas KKB
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi, operasi senyap ini tidak dilakukan secara mendadak, melainkan hasil dari pengumpulan data intelijen yang matang selama berminggu-minggu. Tim intelijen gabungan mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan sekelompok orang bersenjata di sebuah kawasan hutan yang cukup jauh dari permukiman warga. Area tersebut disinyalir kuat dijadikan sebagai basecamp tempat merencanakan berbagai aksi teror, pemerasan, hingga penyerangan terhadap aparat maupun masyarakat sipil.
Setelah memastikan titik koordinat dan memetakan kekuatan lawan, pasukan gabungan TNI-Polri bergerak pada dini hari menembus medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat. Pendekatan taktis dan senyap (stealth) dilakukan untuk mengepung lokasi target. Sekitar pukul 04.30 WIT, aparat mulai merangsek masuk ke area markas.
Menyadari posisinya telah terkepung, anggota KKB yang berjaga sempat melepaskan tembakan balasan ke arah petugas, memicu terjadinya kontak tembak sengit yang memecah keheningan pagi di pedalaman Nabire. Baku tembak dilaporkan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Berkat kesigapan, persenjataan yang lebih mumpuni, serta taktik tempur yang superior, aparat gabungan berhasil mendesak mundur kelompok separatis tersebut. Kelompok KKB yang panik akhirnya melarikan diri kocar-kacir masuk ke dalam hutan lebat, meninggalkan markas mereka yang kini sepenuhnya dikuasai oleh prajurit TNI-Polri.
Barang Bukti yang Berhasil Disita
Pasca kontak tembak, tim gabungan langsung melakukan penyisiran (sterilisasi) di seluruh area markas. Hasilnya sangat mengejutkan. Petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti (barbuk) vital yang ditinggalkan oleh para anggota KKB. Di antara barang bukti tersebut, terdapat beberapa pucuk senjata api laras panjang maupun pendek, ratusan butir amunisi tajam berbagai kaliber, alat komunikasi berupa handy talkie (HT), hingga teropong lapangan.
Tidak hanya itu, aparat juga menemukan berbagai senjata tajam tradisional, dokumen-dokumen yang diduga berisi struktur organisasi dan rencana aksi teror mereka, bendera Bintang Kejora, serta berbagai perlengkapan logistik perbekalan makanan yang cukup untuk menghidupi kelompok tersebut selama beberapa minggu di dalam hutan. Seluruh barang bukti tersebut kini telah dievakuasi ke Markas Komando (Mako) terdekat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh tim investigasi Polri.
Situasi Terkini dan Imbauan untuk Warga
Kepala Operasi Damai Cartenz dalam keterangan pers singkatnya mengapresiasi keberanian dan profesionalisme prajurit di lapangan. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak aparat keamanan dalam operasi penggerebekan tersebut. Sementara dari pihak KKB, aparat masih melakukan pengejaran intensif terhadap sisa-sisa anggota yang melarikan diri.
Saat ini, situasi keamanan di wilayah Nabire dan sekitarnya dilaporkan berangsur kondusif. Aparat keamanan terus meningkatkan intensitas patroli gabungan di titik-titik rawan dan pintu-pintu masuk wilayah untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata.
Pemerintah daerah bersama tokoh adat dan tokoh agama setempat turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar atau hoaks yang beredar di media sosial, dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat adanya aktivitas orang-orang yang mencurigakan di lingkungan mereka. Kehadiran aparat TNI-Polri di Nabire ditegaskan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan murni untuk menjamin keamanan, kedamaian, dan kelancaran roda perekonomian masyarakat Papua.

