Tok! Hasil Sidang Isbat Kemenag Sore Ini: Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Cek Selengkapnya
JAKARTA, Hot.co.id – Jutaan umat Muslim di seluruh pelosok Tanah Air saat ini tengah menanti dengan penuh harap pengumuman resmi dari pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Syawal pada sore hingga malam hari ini, Kamis (19/3/2026). Keputusan krusial dari sidang ini akan menjadi penentu apakah umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri esok hari, Jumat (20/3/2026), atau masih harus menggenapkan puasa Ramadan menjadi 30 hari (istikmal).
Rangkaian Sidang Isbat tahun ini diselenggarakan secara hibrida terpusat di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Mengacu pada prosedur tetap yang telah berjalan selama bertahun-tahun, pelaksanaan sidang dibagi ke dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama, yang dimulai pada pukul 17.00 WIB sore ini, adalah sesi pemaparan posisi hilal awal Syawal 1447 H berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomis oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag. Sesi pemaparan tahap pertama ini bersifat terbuka untuk umum dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat luas.
Setelah jeda salat Maghrib, tahapan kedua akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sidang Isbat secara tertutup. Dalam sesi yang tidak disiarkan untuk publik ini, Menteri Agama beserta para ulama, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, hingga duta besar negara-negara sahabat akan mendengarkan pemaparan data rukyatul hilal (pemantauan bulan sabit baru) dari 117 titik observasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Data faktual dari para perukyat lapangan yang telah disumpah ini akan disandingkan dengan data hisab untuk mengambil keputusan final. Kriteria yang digunakan merujuk pada standar baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Tahap ketiga, sekaligus tahap puncaknya, adalah konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Pada momen inilah Menteri Agama akan mengumumkan secara resmi kepada publik hasil ketetapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H. Pengumuman ini menjadi klimaks dari rasa penasaran masyarakat yang bersiap menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar, haus, dan hawa nafsu di bulan suci Ramadan.
Antusiasme warga dalam menyambut pengumuman ini sangat terasa di berbagai lapisan masyarakat. Di berbagai daerah, dapur-dapur rumah tangga sudah mulai sibuk mengolah hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang, meski secara resmi status hari esok belum diumumkan. Hal ini sejalan dengan prediksi banyak pihak yang berharap perayaan Idul Fitri tahun ini akan berlangsung serentak. Sebagai informasi, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Bagi masyarakat yang tidak ingin ketinggalan detik-detik pengumuman penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kemenag telah menyediakan berbagai fasilitas siaran langsung. Masyarakat dapat memantau seluruh prosesi tahap pertama dan tahap ketiga (konferensi pers pengumuman) melalui siaran televisi nasional (TVRI) maupun Radio Republik Indonesia (RRI).
Selain itu, bagi pengguna gawai pintar, pembaruan informasi secara seketika (real-time) bisa diakses secara gratis melalui tautan live streaming di kanal digital resmi milik pemerintah. Anda dapat langsung mengunjungi kanal YouTube resmi Kementerian Agama RI (@Kemenag_RI), serta memantau siaran langsung di akun Instagram (@kemenag_ri) dan Fanpage Facebook resmi Kementerian Agama.
Sembari menunggu hasil resmi dari ketukan palu Menteri Agama sore ini, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondusivitas dan kekhusyukan ibadah di penghujung Ramadan. Terlebih lagi, momen malam takbiran kali ini berhimpitan langsung dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang dijalankan oleh umat Hindu. Masyarakat diharap dapat mengedepankan sikap toleransi dan merayakan malam kemenangan dengan penuh kedamaian di lingkungan masing-masing.
