Jabodetabek Dikepung Banjir Parah: BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Darurat untuk Tekan Curah Hujan
Hot.co.id, JAKARTA — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir telah memicu bencana banjir di sejumlah titik krusial. Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi menyebabkan debit air sungai meluap dan merendam ribuan rumah warga. Menanggapi situasi yang semakin mengkhawatirkan ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) darurat guna mengalihkan potensi hujan lebat ke wilayah laut dan meminimalkan dampak genangan yang lebih luas.
Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Dilaporkan bahwa banjir di pemukiman warga mencapai kedalaman hingga 5 meter, memaksa tim SAR melakukan evakuasi menggunakan perahu karet terhadap warga yang terjebak di lantai dua rumah mereka. Kondisi serupa juga terlihat di wilayah Jakarta Selatan, di mana Underpass Mampang sempat lumpuh total akibat genangan air yang cukup tinggi, menyebabkan kemacetan panjang di ruas jalan protokol.
Kepala BNPB menyatakan bahwa langkah modifikasi cuaca ini diambil sebagai tindakan preventif untuk mengurangi beban drainase di Jakarta dan kota penyangga yang sudah mencapai ambang batas maksimal. “Kami mengerahkan pesawat pengangkut garam untuk melakukan penyemaian awan di wilayah Selat Sunda dan Laut Jawa. Tujuannya agar hujan dijatuhkan sebelum masuk ke daratan Jabodetabek,” jelasnya dalam keterangan pers hari ini.
Selain faktor cuaca, banjir kali ini juga diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu yang membuat status Bendung Katulampa sempat menyentuh Siaga 1. BPBD DKI Jakarta terus memberikan peringatan dini kepada warga yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prediksi BMKG menunjukkan puncak cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga pertengahan Maret.
Pemerintah daerah di Jabodetabek kini fokus pada pendistribusian bantuan logistik, pengungsian, dan pembersihan saluran air. Di beberapa titik, pompa-pompa air raksasa dikerahkan secara maksimal untuk menyedot genangan agar aktivitas ekonomi dan transportasi dapat kembali normal. Namun, tantangan besar tetap ada pada pemulihan infrastruktur yang rusak akibat hantaman arus air yang cukup kuat.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca ini sangat bergantung pada kondisi arah angin, namun pemerintah optimistis langkah ini dapat secara signifikan mengurangi volume air yang masuk ke pemukiman warga dalam 24 jam ke depan.
