Harga Emas Antam Terus Merosot Jadi Rp2,988 Juta per Gram, Momen Tepat Borong Pakai Uang THR?
JAKARTA, Hot.co.id – Di tengah semaraknya pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja swasta dan aparatur sipil negara (ASN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pasar instrumen investasi justru memberikan kejutan manis. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami tren penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa (17/3/2026), harga emas Antam terkoreksi tajam dan menyentuh level Rp2.988.000 per gram. Fenomena anjloknya harga logam mulia ini sontak memicu pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah ini merupakan momentum emas untuk memborongnya menggunakan dana THR?
Penurunan harga emas Antam ini menjadi angin segar bagi para investor ritel maupun masyarakat awam yang selama ini menunda pembelian karena harganya yang sempat melambung tinggi menembus rekor sepanjang masa pada awal tahun. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia Antam, grafik penurunan sudah mulai terlihat sejak akhir pekan lalu. Selain harga jual, harga pembelian kembali (buyback)—yakni harga yang dipatok Antam jika masyarakat ingin menjual kembali emasnya—juga ikut merosot ke level Rp2.850.000 per gram. Selisih harga jual dan beli (spread) ini menjadi salah satu faktor krusial yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli.
Para analis pasar komoditas menilai bahwa tren pelemahan harga emas di pasar domestik ini berkorelasi langsung dengan pergerakan harga emas dunia di pasar spot global. Setelah sempat melonjak akibat kepanikan pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik, para investor global kini mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking). Di sisi lain, penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) usai rilis data ekonomi terbaru membuat daya tarik emas sebagai aset safe haven sedikit mereda di mata investor institusional. Ketika nilai tukar dolar AS menguat, harga emas yang dibanderol dengan mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga memicu penurunan permintaan secara agregat.
Menyikapi tren penurunan ini, para perencana keuangan ( financial planner) sepakat bahwa momen ini sangat ideal untuk dimanfaatkan oleh masyarakat yang baru saja menerima guyuran dana THR. Secara psikologis, memegang uang tunai dalam jumlah besar menjelang hari raya memiliki godaan konsumtif yang luar biasa tinggi. Jika tidak dikelola dengan kedisiplinan ekstra, dana THR bisa menguap begitu saja hanya untuk memenuhi hasrat belanja barang-barang tersier, pakaian baru, atau gaya hidup flexing sesaat. Mengalihkan sebagian porsi THR ke dalam bentuk emas fisik dinilai sebagai langkah cerdas untuk menyelamatkan nilai uang dari gerusan inflasi pasca-Lebaran.
“Sangat disarankan bagi para pekerja untuk mengalokasikan minimal 20 hingga 30 persen dari total dana THR mereka untuk pos investasi atau tabungan masa depan. Penurunan harga emas Antam di bawah level psikologis Rp3 juta per gram ini adalah sebuah kesempatan buy the dip yang sayang untuk dilewatkan. Emas adalah instrumen pelindung nilai (hedging) yang paling kebal terhadap krisis. Namun, perlu dicatat bahwa investasi emas fisik ini peruntukannya adalah untuk jangka panjang, minimal tiga hingga lima tahun ke depan, bukan untuk diperjualbelikan dalam hitungan minggu mencari cuan cepat,” papar seorang perencana keuangan independen saat dihubungi oleh redaksi.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk memborong emas dalam waktu dekat, terdapat sejumlah tips praktis yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan untuk membeli emas di tempat-tempat resmi dan tepercaya, seperti Butik Emas Logam Mulia Antam, Pegadaian, atau mitra distributor resmi lainnya guna menghindari risiko penipuan emas palsu. Kedua, pertimbangkan untuk membeli pecahan emas yang tidak terlalu besar, misalnya pecahan 5 gram atau 10 gram, dibandingkan langsung membeli pecahan 100 gram. Pecahan yang lebih kecil memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi alias lebih mudah dijual kembali jika sewaktu-waktu membutuhkan dana darurat mendesak.
Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk selalu menyimpan sertifikat atau bukti pembelian dengan baik, karena dokumen tersebut akan sangat memengaruhi harga jual kembali di masa depan. Di era digital saat ini, alternatif menabung emas secara online melalui aplikasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga bisa menjadi pilihan praktis bagi mereka yang enggan repot menyimpan emas fisik di rumah. Dengan pengelolaan dana THR yang bijak dan berorientasi pada investasi masa depan, sukacita perayaan Idul Fitri tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan membawa ketenangan finansial di masa yang akan datang.

