Arus Mudik Makin Gila: Stasiun Pasar Senen Sesak, Kendaraan di Tol MBZ Melonjak 121 Persen!
JAKARTA, Hot.co.id – Gelombang pergerakan masyarakat yang mencuri start untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman semakin tidak terbendung. Menjelang libur panjang atau long weekend Hari Raya Nyepi yang berhimpitan langsung dengan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah titik keberangkatan utama di ibu kota mencatatkan lonjakan penumpang dan volume kendaraan yang sangat drastis pada Selasa (17/3/2026). Kepadatan ekstrem yang terjadi jauh sebelum hari H perayaan ini memaksa aparat kepolisian dan pihak pengelola layanan transportasi bekerja ekstra keras guna mengurai penumpukan yang berpotensi memicu kelumpuhan lalu lintas.
Pantauan langsung di lapangan, area Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, memperlihatkan pemandangan lautan manusia yang memadati area ruang tunggu hingga selasar stasiun sejak Selasa dini hari. Ribuan calon penumpang beserta tumpukan barang bawaan tampak berdesakan mengantre di pintu keberangkatan. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, jumlah volume penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada H-3 cuti bersama ini telah menyentuh angka lebih dari 38.000 orang dalam sehari. Angka ini mencatatkan rekor tertinggi untuk fase awal keberangkatan arus mudik pada tahun 2026 ini.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta dalam keterangan persnya menyatakan bahwa seluruh tiket kereta api jarak jauh kelas ekonomi dan bisnis dengan keberangkatan dari Pasar Senen menuju kota-kota di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur telah ludes terjual hingga okupansi menyentuh 100 persen. Untuk mengantisipasi animo masyarakat yang begitu luar biasa dan terus meningkat, pihak KAI telah mengoperasikan setidaknya 15 rangkaian kereta api tambahan khusus angkutan Lebaran. KAI juga tak henti-hentinya mengimbau agar para penumpang tiba di stasiun setidaknya dua hingga tiga jam sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari antrean panjang saat proses boarding dan screening tiket, serta meminimalisasi risiko tertinggal kereta.
Pemandangan serupa, bahkan jauh lebih menegangkan, terjadi di sektor transportasi darat, khususnya di ruas jalan tol penghubung Jakarta menuju kawasan Trans Jawa. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan adanya lonjakan volume lalu lintas yang sangat tajam di Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) arah Cikampek. Berdasarkan pencatatan di gerbang tol utama, arus kendaraan pribadi yang melintasi Tol MBZ melonjak drastis hingga 121 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas pada hari normal. Kendaraan roda empat yang dipenuhi dengan muatan di atap (roof box) tampak mendominasi lajur tol layang sepanjang 38 kilometer tersebut sejak Selasa pagi.
Lonjakan volume kendaraan yang terjadi secara tiba-tiba dan masif ini membuat laju kendaraan di Tol MBZ sempat tersendat parah. Kecepatan rata-rata kendaraan bahkan dilaporkan hanya berkisar antara 10 hingga 20 kilometer per jam di titik-titik tertentu. Untuk mencegah terjadinya kelumpuhan total (gridlock) di atas jalan layang yang sangat berbahaya, pihak kepolisian dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama petugas layanan Jasa Marga terpaksa memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas berupa buka-tutup akses masuk menuju Tol MBZ dari arah Jakarta. Jika kepadatan di atas jalan layang sudah mencapai batas maksimal yang bisa ditoleransi, kendaraan akan langsung dialihkan ke ruas Tol Jakarta-Cikampek jalur bawah.
“Peningkatan volume kendaraan yang keluar dari wilayah Jabotabek menuju arah timur (Trans Jawa) memang sudah kami prediksi akan mulai terjadi secara masif pada hari ini. Masyarakat tampaknya merespons positif imbauan pemerintah pusat untuk mudik lebih awal guna menghindari puncak arus yang diprediksi jatuh pada Rabu sore. Namun, kami sangat mengingatkan agar para pengemudi tetap sabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Jika akses Tol MBZ ditutup sementara, mohon jangan berhenti di bahu jalan atau memaksa masuk bergerombol, karena tindakan indisipliner itu justru akan menciptakan antrean baru yang membahayakan kelancaran laju kendaraan lain,” tegas salah satu perwira lapangan Korlantas Polri saat dikonfirmasi oleh awak media.
Selain fokus pada manajemen lalu lintas di ruas jalan tol utama, para petugas juga memberikan atensi dan pengawasan khusus pada titik-titik Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area. Penumpukan kendaraan yang mengantre hendak masuk ke rest area kerap menjadi biang kerok utama kemacetan memanjang di lajur tol Trans Jawa. Oleh karena itu, pengelola jalan tol memberlakukan aturan sangat ketat berupa pembatasan waktu maksimal berada di dalam rest area, yakni maksimal 30 menit. Pemudik diimbau untuk tidak berlama-lama nongkrong, segera bergantian dengan pengemudi lain, atau disarankan untuk keluar di gerbang tol terdekat jika sekadar ingin mencari makanan dan beristirahat lebih lama di jalur arteri.
Fenomena pergerakan arus mudik massal yang lebih awal ini menjadi sinyal kuat bahwa antusiasme masyarakat pada Lebaran 2026 sangat tinggi. Pemerintah berharap dengan terdistribusinya waktu keberangkatan, beban infrastruktur jalan dan transportasi tidak kolaps pada satu titik waktu tertentu. Para pemudik juga terus diingatkan secara berkala untuk selalu memastikan kondisi fisik kendaraan tetap prima sebelum jalan, memeriksa ketersediaan saldo uang elektronik (e-toll) agar tidak menghambat transaksi di gerbang tol yang memicu kemacetan, serta yang terpenting adalah mengutamakan keselamatan ketimbang kecepatan di jalan raya.

