Bupati Satria Tegaskan OGOD Bisa Akhiri Pola Wisata One Day Trip di Nusa Penida

Strategi Baru Pemkab Klungkung: Sistem OGOD Siap Runtuhkan Dominasi ‘One Day Trip’ di Nusa Penida
Nusa Penida, surga tersembunyi di tenggara Pulau Dewata, selama ini menjadi primadona bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Destinasi ikonik seperti Kelingking Beach, Broken Beach, Angel’s Billabong, hingga Crystal Bay tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Namun, di balik angka kunjungan yang fantastis tersebut, tersimpan masalah klasik yang terus menghambat perputaran ekonomi lokal: dominasi pola wisata “One Day Trip atau kunjungan satu hari. Menanggapi tantangan ini, Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengakhiri tren tersebut melalui penerapan inovasi sistem One Gate One Destination (OGOD).
Rangkaian Peristiwa
Pola One Day Trip di mana wisatawan datang menggunakan fast boat pada pagi hari dan langsung kembali ke daratan utama Bali pada sore harinya dinilai merugikan masyarakat sekitar. Tren ini memberikan multiplier effect (efek pengganda) yang sangat kecil bagi perekonomian kawasan Kepulauan Nusa Penida. Tingkat hunian akomodasi, restoran, dan sektor UMKM lokal tidak dapat menyerap keuntungan secara maksimal karena singkatnya masa tinggal (length of stay) serta rendahnya pengeluaran (spending) pelancong. Kunjungan wisatawan saat ini masih didominasi pola one day trip yang memberikan efek pengganda sangat kecil bagi perekonomian kawasan, tegas Bupati Satria dalam berbagai kesempatan sosialisasinya bersama para pemangku kepentingan pariwisata.
Untuk memecahkan masalah yang sudah berakar ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat daya saing pariwisatanya melalui program One Gate One Destination (OGOD). Sistem ini merupakan sebuah konsep tata kelola destinasi wisata terpadu satu pintu. Nantinya, seluruh manajemen pariwisata di Nusa Penida akan diintegrasikan sedemikian rupa agar pengelolaan retribusi dan penataan lokasi wisata menjadi lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Dengan manajemen satu pintu yang rapi, pengawasan fasilitas serta infrastruktur kawasan akan jauh lebih mudah ditingkatkan. Fasilitas yang baik diyakini menjadi kunci utama agar wisatawan merasa nyaman dan secara otomatis terdorong untuk menginap di Nusa Penida, bukan sekadar singgah sesaat.
Keterangan Resmi
Lebih lanjut, Bupati Satria memaparkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Inovasi sistem OGOD dirancang bukan hanya untuk merayu wisatawan agar betah memperpanjang masa liburannya, melainkan juga untuk menertibkan tata kelola pungutan retribusi daerah. Dengan optimalisasi pajak dan retribusi pariwisata melalui satu gerbang yang terintegrasi, Pemkab Klungkung dapat mendanai perbaikan infrastruktur vital di Nusa Penida secara berkelanjutan, seperti perbaikan akses jalan raya, fasilitas pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih dan kesehatan.
Ke depannya, melalui penerapan OGOD yang konsisten, Nusa Penida tidak lagi sekadar berstatus sebagai destinasi mampir”. Kawasan ini ditargetkan berubah wajah menjadi kawasan kepariwisataan berkualitas (quality tourism) yang berkelanjutan. Harapannya, masyarakat lokal dapat sepenuhnya menikmati perputaran roda ekonomi pariwisata, dan era kepenatan lalu lintas akibat kunjungan massal satu hari perlahan dapat diakhiri secara elegan.
(Sumber Utama: NusaBali / Data Publikasi Pemkab Klungkung)

