Khofifah Pastikan SR Terintegrasi Tuban Beroperasi, Seluruh Fasilitas Pendidikan Lengkap Hingga Layanan Psikolog | beritajatim.com

Judul: Transformasi Pendidikan di Tuban: Khofifah Pastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tawarkan Fasilitas Premium dan Pendampingan Psikologis
TUBAN – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas kembali dibuktikan melalui peresmian Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kabupaten Tuban. Pada Rabu (29/7/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki turun langsung meninjau kesiapan operasional sarana edukasi yang berlokasi di Jl. Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan tersebut, sehari sebelum pelaksanaan open house untuk memulai proses belajar mengajar.
Peninjauan ini dilakukan bukan sebatas untuk mengecek kesiapan fisik bangunan, tetapi juga menjamin kelayakan ekosistem pendidikan secara menyeluruh sebelum menyambut para siswa. SR Terintegrasi Tuban dirancang dengan sangat komprehensif, mencakup jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Menariknya, fasilitas yang disediakan setara dengan sekolah bertaraf premium, meski diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Area SR ini dilengkapi asrama putra dan putri untuk setiap jenjang, dua rusun khusus guru, dapur, kantin, masjid, hingga guest house bagi wali murid yang sedang menjenguk anak mereka. Fasilitas olahraganya pun sangat memadai, mulai dari running track, lapangan sepak bola, lapangan basket, hingga aula yang luas.
Alhamdulillah, kampus seindah ini, sekolah sebagus ini, kantin se-convenient ini, lapangan olahraga yang luar biasa, tentu ini menjadi medium pembelajaran yang luar biasa pula. Tidak mudah mencari fasilitas sebaik ini, bahkan untuk tingkatan SMA atau SMK sekalipun, ungkap Khofifah saat mengagumi kelengkapan fasilitas sekolah.
Rangkaian Peristiwa
Sekolah Rakyat ini dibangun khusus untuk menjangkau anak-anak dari kelompok rentan, yakni mereka yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 (keluarga berpenghasilan rendah). Rekrutmen siswanya pun dilakukan dengan penuh perjuangan. Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bahu-membahu “berburu peserta didik hingga ke pelosok. Bahkan, ada petugas yang harus mendatangi satu keluarga hingga sepuluh kali agar orang tua bersedia menyekolahkan anaknya. Dari dialog yang dilakukan Khofifah dengan beberapa siswa, sebagian dari mereka terindikasi putus sekolah cukup lama karena sempat lupa ketika ditanya soal tingkatan kelasnya.
Langkah jemput bola ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah terhadap pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengusung prinsip no one left behind—memastikan tidak ada satu anak pun yang tertinggal dalam mengakses pendidikan. Bukti nyata dari komitmen tersebut adalah siswa yang ditampung tidak hanya berasal dari Tuban, namun juga dari wilayah tetangga seperti Bojonegoro dan Pati.
Selain menyoroti fasilitas fisik, Gubernur Khofifah juga memberikan atensi serius terhadap pembentukan karakter dan kesehatan mental siswa. Mantan Menteri Sosial RI tersebut secara khusus menginstruksikan pihak kepala sekolah untuk menghadirkan psikolog setidaknya sebulan sekali. Pendampingan psikologis dinilai sangat krusial guna membantu proses adaptasi siswa, memberikan ruang bimbingan, sekaligus mencegah munculnya potensi perundungan (bullying) di lingkungan asrama.
Sebagai langkah pelengkap untuk membentuk disiplin, Khofifah menceritakan kesuksesan konsolidasi sosial di SR rintisan sebelumnya, di mana para siswa dikumpulkan secara rutin setiap usai Magrib di bulan pertama. Kebiasaan ini dinilai ampuh dalam melatih rasa gotong royong, seperti saling membangunkan untuk berangkat sekolah dan membudayakan antre.
Keterangan Resmi
Sebagai penutup tinjauannya, Gubernur Khofifah membagikan 196 paket tas sekolah beserta perlengkapan ibadah kepada para siswa. Beliau menyelipkan pesan inspiratif dari Bung Karno, mendorong anak-anak dari keluarga kurang mampu ini untuk terus memiliki visi yang besar.
Anak-anak harus bermimpi setinggi langit. Jika jatuh, maka akan jatuh di antara bintang-bintang. Belajarlah yang baik dan disiplin, semoga semua cita-citamu tercapai, pesan Gubernur yang diamini oleh para wali murid dan siswa yang hadir.
Inisiatif mulia di Tuban ini merupakan hasil sinergi yang solid; di mana lahan disediakan oleh Pemkab Tuban, pembangunan gedung dibiayai oleh Pemerintah Pusat, dan ekosistem tata kelolanya dikendalikan secara langsung oleh Pemprov Jawa Timur.
Fakta dalam artikel ini disadur dari liputan utama di Beritajatim.com yang berjudul Khofifah Pastikan SR Terintegrasi Tuban Beroperasi, Seluruh Fasilitas Pendidikan Lengkap Hingga Layanan Psikolog” (30 Juli 2026).

