Video Lama Jokowi di Papua Viral Lagi, Ceritanya Bikin Publik Teringat Pembangunan Nduga

Jejak Keberanian di Ujung Timur: Kisah Nekat Jokowi Menembus Nduga Kembali Mencuri Perhatian Publik
JAKARTA – Sebuah rekaman video lama yang menampilkan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mendadak kembali viral di berbagai platform media sosial. Di tengah ramainya perbincangan publik mengenai berbagai isu politik saat ini, kemunculan video pidato tersebut seolah mengajak masyarakat untuk kembali bernostalgia dan mengingat salah satu momen paling bersejarah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Bumi Cenderawasih, khususnya di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.
Dalam cuplikan video yang ramai dibagikan oleh warganet tersebut, Jokowi membagikan cerita mendalam tentang tekadnya mengunjungi Kabupaten Nduga di masa awal pemerintahannya. Saat itu, Nduga dikenal luas sebagai salah satu wilayah paling rawan dan paling berbahaya di Indonesia akibat rentannya konflik bersenjata. Namun, rasa penasaran dan kepedulian yang tinggi membuat Jokowi bersikeras untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sana.
Saat saya di Papua, saya ingin sekali ke kabupaten yang namanya Nduga. Karena ada informasi yang datang ke saya, ‘Pak, Bapak datang ke Nduga. Bapak nanti akan kaget’, ungkap Jokowi dalam rekaman tersebut, sebagaimana dilansir dari laporan Fajar.co.id, Kamis (30/7/2026).
Rangkaian Peristiwa
Keputusan berani Jokowi ini tentu saja tidak berjalan mulus. Mengingat status Nduga sebagai daerah yang rawan, para petinggi keamanan negara saat itu langsung mengambil sikap menolak. Jokowi menceritakan bahwa Kapolri dan Panglima TNI secara tegas melarangnya dengan alasan keselamatan kepala negara. Oleh Kapolri, oleh Panglima, saat itu saya tidak diperbolehkan. ‘Bapak jangan ke sana. Karena itu daerah berbahaya. Daerah rawan, daerah yang paling rawan’, kenangnya menirukan peringatan para pimpinan aparat.
Namun, alih-alih mundur, Jokowi justru memberikan instruksi yang sangat membekas di ingatan publik. Ia memerintahkan aparat keamanan untuk tetap menjalankan tugasnya, sementara ia tak akan mengubah pendiriannya. Saya sampaikan saat itu, saya ingat betul. Saya enggak mau tahu, saya perintah kepada Panglima dan Kapolri, saya enggak mau tahu. Urusan keamanan itu urusanmu. Saya mau terbang ke sana, tegasnya.
Perjalanan nekat tersebut akhirnya terwujud. Bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi, rombongan kepresidenan bertolak menuju Kabupaten Nduga menggunakan helikopter. Sesampainya di pusat pemerintahan kabupaten, Jokowi justru dibuat terkejut. Bukan karena adanya ancaman keamanan, melainkan karena kondisi ibu kota kabupaten yang tampak sunyi senyap seperti tak berpenghuni.
Pak Bupati, saya melihat itu di kotanya, kantor kabupaten ada di situ. Saya lihat kok enggak ada orang, satu orang pun, tutur Jokowi. Keheranannya memuncak ketika ia menanyakan jumlah penduduk kepada Bupati Nduga dan mendapat jawaban bahwa ada sekitar 129 ribu jiwa yang terdaftar. Jokowi yang tidak melihat keramaian sama sekali sempat meragukan klaim tersebut.
Keterangan Resmi
Bupati Nduga kemudian menjelaskan realitas kehidupan masyarakat pedalaman Papua yang sesungguhnya. Betul, Pak. Benar ada. Itu distriknya ada di tengah-tengah hutan, Pak. Kalau Bapak mau ngecek, silakan, jelas sang bupati. Ternyata, ratusan ribu warga tersebut tersebar di berbagai distrik terisolir yang terletak di tengah belantara pegunungan tanpa ada akses jalan darat yang memadai.
Momen kunjungan penuh risiko inilah yang kemudian menjadi titik balik bagi pembangunan nyata di Nduga dan wilayah Papua lainnya. Fakta bahwa ada ratusan ribu warga hidup terisolasi membulatkan tekad pemerintah untuk membuka akses jalan secara masif, yang kemudian dikenal publik dengan dimulainya pengerjaan proyek Jalan Trans Papua.
Kini, viralnya kembali video pidato tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat luas tentang sejarah pembangunan di Papua. Keputusan nekat seorang pemimpin untuk turun langsung ke titik paling rawan terbukti telah menjadi langkah awal untuk membuka isolasi wilayah dan merintis jalan peradaban serta keadilan ekonomi bagi masyarakat di ujung timur Indonesia.
Sumber Utama: Fajar.co.id – Video Lama Jokowi di Papua Viral Lagi, Ceritanya Bikin Publik Teringat Pembangunan Nduga (Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026).

