Bupati Hamid: Investasi Harus Hadirkan Lapangan Kerja bagi Warga Bondowoso | beritajatim.com

Judul: Prioritaskan Warga Lokal, Bupati Abdul Hamid Beri Syarat Tegas bagi Investor di Bondowoso
Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus berupaya keras untuk menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan warganya melalui pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini ditegaskan secara langsung oleh Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid (yang akrab disapa Ra Hamid), saat membuka secara resmi acara Bondowoso Job Fair 2026 yang diselenggarakan di UPT Balai Latihan Kerja (BLK), Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, pada Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Ra Hamid memberikan penekanan khusus terkait pentingnya kehadiran investasi bagi pembangunan di wilayahnya. Ia memaparkan bahwa pemerintah daerah saat ini selalu siap membuka pintu investasi seluas-luasnya, bahkan menyiapkan “karpet merah dan kemudahan regulasi bagi para investor yang ingin menanamkan modal. Kendati demikian, sang bupati memberikan satu syarat mutlak yang harus dipatuhi: setiap investasi tersebut wajib menghadirkan dampak positif yang nyata, yakni penciptaan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
“Kami terus membuka pintu investasi seluas-luasnya. Tetapi investasi yang masuk ke Bondowoso harus mampu menghadirkan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Itu menjadi komitmen utama dari pemerintah daerah, tegas Bupati Hamid di hadapan para hadirin.
Ajang Bondowoso Job Fair 2026 ini merupakan salah satu wujud komitmen strategis dari Pemkab Bondowoso untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dari sektor industri dengan para pencari kerja. Pada perhelatan tahun ini, tercatat ada 40 perusahaan mitra yang turut berpartisipasi dengan menawarkan total 1.224 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang. Menariknya, dari ribuan lowongan tersebut, pemerintah dan pihak perusahaan juga menyediakan kesempatan kerja yang inklusif, termasuk bagi kelompok penyandang disabilitas.
Lebih lanjut, Bupati Hamid mengungkapkan bahwa berdasarkan data statistik, pencapaian penyerapan tenaga kerja di Bondowoso sudah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bondowoso pada tahun 2025 berhasil ditekan hingga menyentuh angka 2,55 persen. Kendati tren ini sangat positif, bupati mengingatkan agar jajarannya tidak cepat berpuas diri. Pasalnya, saat ini masih terdapat sekitar 12.500 warga di usia produktif yang membutuhkan lapangan pekerjaan.
Penurunan angka pengangguran ini adalah bukti bahwa kolaborasi kita telah membuahkan hasil. Namun, kita jangan cepat berpuas diri. Upaya menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja ini harus terus dilakukan, tambah tokoh agama sekaligus pemimpin daerah tersebut.
Keterangan Resmi
Menyadari bahwa penyerapan tenaga kerja harus selaras dengan kualitas sumber daya manusianya, Pemkab Bondowoso juga berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai program pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi gratis berstandar nasional. Tujuannya adalah agar keterampilan warga Bondowoso, yang rata-rata didominasi oleh lulusan SMA, SMK, Madrasah Aliyah, hingga sarjana, dapat selaras dengan kebutuhan dunia industri modern.
Pada akhir sambutannya, Ra Hamid menitipkan pesan penting kepada para pelamar dan pencari kerja di Bondowoso agar terus menjaga semangat pantang menyerah. Ia mengimbau generasi muda agar memanfaatkan bursa kerja ini dengan menunjukkan kompetensi terbaik, etos kerja, serta kesiapan mental untuk beradaptasi dengan lingkungan profesional.
Jangan pernah berhenti belajar. Tingkatkan keterampilan, bangun karakter yang baik, dan manfaatkan kesempatan ini untuk meraih masa depan yang lebih baik, pungkasnya. Melalui sinergi erat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta, diharapkan warga Bondowoso kelak tak hanya menjadi penonton, namun menjadi pemeran utama di tanah kelahirannya sendiri.
Election info changes quickly. Verify responses with official sources.

