Serunya Belajar Anatomi Manusia di Koleksi Cadaver The Bagong Adventure Museum Tubuh | beritajatim.com

Mengintip Rahasia Tubuh Manusia: Wisata Edukasi Anatomi Nyata di Cadaver Room Museum Tubuh Batu
KOTA BATU – Mempelajari anatomi dan detail organ tubuh manusia biasanya sangat identik dengan ruang perkuliahan yang kaku di fakultas kedokteran atau di dalam laboratorium tertutup. Namun, paradigma tersebut kini diubah berkat inovasi wisata cerdas dari Jawa Timur Park Group. Melalui The Bagong Adventure Museum Tubuh yang berlokasi di Kota Batu, masyarakat umum kini memiliki kesempatan emas untuk mempelajari susunan anatomi manusia secara nyata dan interaktif di wahana Cadaver Room.
Sebagai salah satu fasilitas unggulan di Museum Tubuh, Cadaver Room menyuguhkan metode pembelajaran anatomi tingkat lanjut yang dikemas sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai kalangan usia. Di ruangan ini, pengunjung tidak disuguhkan dengan manekin atau patung organ buatan, melainkan koleksi cadaver atau jenazah manusia asli yang telah diawetkan melalui proses medis berteknologi tinggi sehingga memperlihatkan jaringan, otot, tulang, dan sistem tubuh secara presisi.
Rangkaian Peristiwa
Asisten Manager Jawa Timur Park 1 dan Museum Tubuh, dr. Novita Megawati, S.Ked., M.M., memaparkan bahwa fasilitas edukasi ini dikelola dengan keilmuan dan penuh tanggung jawab. Seluruh penyajian dilakukan dengan pendekatan edukatif agar pengunjung memperoleh pengetahuan ilmiah dalam suasana museum yang nyaman. Cadaver Room menjadi salah satu fasilitas yang kami hadirkan untuk memperkenalkan anatomi manusia secara lebih nyata, tutur dr. Novita. Ia juga berharap agar fasilitas ini dapat memicu apresiasi yang lebih tinggi terhadap kompleksitas tubuh manusia dan dunia kesehatan.
Untuk mendukung sarana edukasi yang mumpuni, Cadaver Room tercatat memiliki total enam koleksi jenazah awetan. Koleksi tersebut terdiri dari lima cadaver plastinasi dan satu cadaver potong lintang (cross-sectional). Teknik plastinasi merupakan sebuah metode pengawetan revolusioner yang mengganti cairan alami serta lemak pada jaringan tubuh dengan polimer plastik khusus. Hasil dari teknik ini membuat spesimen tubuh tetap kering, tidak memunculkan bau, tahan sangat lama, dan mampu mempertahankan bentuk organ secara utuh untuk pembelajaran jangka panjang.
Pengunjung yang hadir tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga diberikan edukasi informatif mengenai tahapan pembuatan cadaver plastinasi tersebut. Proses perjalanannya dimulai dari fiksasi menggunakan larutan formalin untuk mencegah pembusukan. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses diseksi untuk membuang lemak dan lapisan kulit. Spesimen lalu masuk pada fase dehidrasi dan defatisasi memanfaatkan aseton bersuhu rendah, diikuti dengan impregnasi vakum untuk mengganti cairan dengan polimer. Tahapan pengawetan ditutup dengan proses pengerasan (curing) menggunakan sinar ultraviolet atau gas khusus.
Keterangan Resmi
Sementara itu, untuk satu koleksi cadaver cross-sectional, pengawetannya menggunakan metode pembekuan yang selanjutnya jenazah tersebut diiris menjadi beberapa lembaran tipis secara horizontal. Setiap penampang irisan tipis ini akan memperlihatkan letak organ dalam, otot, serta anatomi tulang secara memukau. Pengunjung pun diajak untuk langsung memahami hubungan antar-organ tubuh dari berbagai sudut pandang seolah menggunakan kacamata tembus pandang medis.
Konsep yang menggabungkan antara disiplin ilmu kesehatan dan wisata rekreasi ini tentu memperkuat posisi Jatim Park sebagai pelopor destinasi wisata edukatif di Indonesia. Baik bagi pelajar, mahasiswa, hingga keluarga yang sedang berlibur, kunjungan ke The Bagong Adventure Museum Tubuh tidak sekadar menyuguhkan memori liburan menyenangkan, melainkan turut memperluas wawasan autentik mengenai betapa menakjubkannya ciptaan Tuhan yang ada pada diri manusia.
Sumber Referensi Utama:
Diolah dari artikel bertajuk Serunya Belajar Anatomi Manusia di Koleksi Cadaver The Bagong Adventure Museum Tubuh yang diterbitkan oleh BeritaJatim.com pada 28 Juli 2026. (Tautan sumber: <!–>)
–>

