‘Tidak mengejutkan’: Mengapa tragedi di tempat hiburan malam terus berulang di Thailand
Gambar dari artikel sumber. Sumber: CNA
‘Tidak mengejutkan’: Mengapa tragedi di tempat hiburan malam terus berulang di Thailand
Pada Minggu malam, 12 Juli 2026, kebakaran hebat melanda sebuah bar di Bangkok yang menewaskan 34 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden tragis ini kembali menyoroti masalah keselamatan yang berulang kali terjadi di tempat hiburan malam Thailand, meskipun pemerintah telah berjanji memperketat aturan dan pengawasan. Para pengunjung, pemilik bar, dan ahli keselamatan mengungkapkan bahwa risiko kebakaran di tempat-tempat seperti ini sebenarnya sudah lama diketahui, namun penegakan aturan yang lemah membuat tragedi serupa sulit dihindari.
Kronologi dan Dampak Kebakaran di Bar Rong Beer Na Lat Phrao
Kebakaran terjadi di bar Rong Beer Na Lat Phrao, sebuah tempat hiburan malam di Bangkok, pada Minggu malam, 12 Juli 2026. Menurut saksi, asap mulai muncul di dekat panggung musik sebelum terdengar ledakan yang kemudian melalap seluruh area bar dengan api dan asap beracun. Petugas forensik kepolisian yang memeriksa lokasi kejadian menemukan dugaan pintu darurat terhalang, renovasi bangunan yang tidak sesuai standar, serta penggunaan bahan dekorasi yang mudah terbakar.
Korban tewas mencapai 34 orang, sementara 23 lainnya masih dirawat di rumah sakit, termasuk 13 pasien yang menjalani perawatan intensif. Insiden ini mengguncang masyarakat hiburan malam di Bangkok dan memicu reaksi dari pemerintah serta komunitas lokal.
Janji Pemerintah dan Tantangan Penegakan Aturan
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyatakan bahwa keselamatan di tempat hiburan malam harus menjadi “agenda nasional” dan memerintahkan inspeksi gedung dan tempat hiburan di seluruh negeri dalam waktu 30 hari. Fokus inspeksi adalah pada sistem proteksi kebakaran, pintu darurat, kapasitas pengunjung, serta kepatuhan terhadap hukum dan standar keselamatan.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, juga menginstruksikan aparat kota untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengidentifikasi risiko kebakaran dan memastikan kepatuhan aturan. Namun, para pengelola bar dan pengunjung mengungkapkan bahwa selama ini inspeksi keselamatan hampir tidak pernah dilakukan secara rutin. Seorang pengelola bar yang diwawancarai CNA menyatakan bahwa bar yang dikelolanya belum pernah mendapat pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Tragedi Berulang dan Ketidakpercayaan Publik
Tragedi kebakaran di tempat hiburan malam bukanlah hal baru di Thailand. Pada malam tahun baru 2009, kebakaran di Santika Club, Bangkok, menewaskan 67 orang dan melukai lebih dari 220 lainnya. Penyebab kebakaran tersebut diduga akibat penggunaan piroteknik di dalam ruangan yang menyulut busa akustik yang mudah terbakar. Insiden serupa juga terjadi di Mountain B Club, Chonburi, pada 2022, yang menewaskan 26 orang akibat pelanggaran keselamatan seperti pintu keluar yang terkunci.
Meski pemerintah berulang kali berjanji memperketat penegakan aturan setelah tragedi-tragedi tersebut, masalah yang sama kembali muncul dalam kebakaran terbaru ini. Presiden Khaosan Road Business Association, Sanga Ruangwattanakul, menyebut kejadian ini sebagai “mimpi buruk yang terus berulang” dan menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap keselamatan tempat hiburan malam kini terguncang.
Kesadaran dan Tanggung Jawab di Kalangan Pemilik Bar
Beberapa pemilik bar yang diwawancarai mengaku telah berusaha mengambil langkah-langkah keselamatan secara mandiri, seperti memasang alarm asap, alat pemadam api, dan tangga tali sebagai jalur evakuasi alternatif. Namun, mereka juga merasa bahwa tanggung jawab utama tetap berada pada pihak berwenang untuk melakukan inspeksi dan penegakan aturan yang ketat.
Seorang pemilik bar lain menyatakan bahwa generasi baru pengusaha hiburan malam kini lebih mengutamakan keselamatan sejak awal perancangan bisnis mereka. Namun, ia mengakui bahwa aturan keselamatan seringkali hanya ada di atas kertas dan jarang ditegakkan secara konsisten, sehingga risiko kebakaran tetap tinggi.
Insiden kebakaran di Rong Beer Na Lat Phrao pada 12 Juli 2026 kembali mengingatkan bahwa tanpa penegakan aturan yang serius dan pengawasan ketat, tragedi serupa sulit dihindari di masa depan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan keselamatan di tempat hiburan malam benar-benar menjadi prioritas.
Informasi dalam artikel ini dapat diperbarui apabila ada perkembangan resmi selanjutnya.

