Amran Bantah Isu Tanah Papua Dibeli Rp100 Ribu per Hektare
Gambar dari artikel sumber. Sumber: Akurat
Amran Bantah Isu Tanah Papua Dibeli Rp100 Ribu per Hektare
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa isu yang menyebutkan tanah di Papua dibeli dengan harga kurang dari Rp100 ribu per hektare adalah tidak benar. Ia membantah keras narasi tersebut dan menegaskan bahwa lahan yang dikembangkan tetap menjadi milik masyarakat setempat, sementara pemerintah hanya berperan dalam membangun lahan pertanian beserta fasilitas pendukungnya.
Penjelasan Amran Soal Isu Harga Tanah di Papua
Pernyataan ini disampaikan Amran saat menjawab pertanyaan dalam acara Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM pada Minggu, 19 Juli 2026. Seorang peserta menanyakan mengenai beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa lahan di Papua diambil secara tidak wajar dengan harga sangat murah, yakni kurang dari Rp100 ribu per hektare.
Menanggapi hal tersebut, Amran menyebut informasi itu sebagai fitnah yang sangat kejam dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Fitnah itu bertebaran. Salah satunya harga tanah Rp100 ribu per hektare. Itu fitnah yang sangat kejam terhadap pemerintah, termasuk kepada kami yang menjalankan program. Padahal faktanya sama sekali tidak demikian,” ujar Amran.
Program Pembangunan Pertanian dan Manfaat bagi Masyarakat Papua
Amran menjelaskan bahwa program pengembangan lahan pertanian di Papua tidak melibatkan pengambilalihan tanah milik masyarakat. Pemerintah hanya membangun sawah dan menyediakan fasilitas seperti irigasi dan alat mesin pertanian secara cuma-cuma. Seluruh lahan yang dibangun tetap menjadi milik masyarakat Papua.
Hingga saat ini, pemerintah telah membangun sekitar 137 ribu hektare lahan pertanian di Papua. Selain pembangunan lahan, pemerintah juga mengirimkan ratusan alat mesin pertanian, membentuk Brigade Pangan, serta mendukung pengembangan komoditas lokal seperti sagu dan kelapa.
“Sawah itu milik rakyat. Tidak ada yang menjadi milik negara. Alat mesin pertanian kami berikan gratis. Irigasi kami bangun. Bahkan bantuan yang diberikan nilainya mencapai triliunan rupiah. Semua itu untuk masyarakat,” jelas Amran.
Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa banyak masyarakat Papua telah merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Ia mencontohkan petani yang memperoleh lahan garapan 3 hingga 4 hektare dan mampu meraih pendapatan bersih hingga belasan juta rupiah setiap bulan.
“Petani di sana menyampaikan sendiri bahwa mereka mendapat lahan untuk dikelola dan penghasilannya meningkat hingga sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta per bulan. Traktor juga menjadi milik mereka. Ini fakta di lapangan,” tutur Amran.
Selain itu, saat kunjungan kerja ke Papua, Amran menerima aspirasi masyarakat yang meminta agar program cetak sawah diperluas ke wilayah mereka, menandakan dukungan dan antusiasme masyarakat terhadap program pemerintah.
Ajakan Amran kepada Generasi Muda
Amran mengajak generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi negatif yang berpotensi memecah persatuan bangsa. Ia menekankan pentingnya melihat fakta dan mendengarkan langsung masyarakat yang menerima manfaat program pembangunan pertanian di Papua.
“Saya mengajak adik-adik semua untuk melihat fakta. Jangan langsung percaya pada narasi atau film yang belum tentu sesuai kenyataan. Mari kita cek langsung, dengarkan masyarakat yang menerima manfaatnya,” pungkas Amran.
Sumber: Akurat.co, 19 Juli 2026.

